Mewarisi Kekayaan Abraham dan Ishak

Mewarisi Kekayaan Abraham dan Ishak

Lusiana Official Writer
7719
Siapa yang menolak bila diberi kekayaan? Apalagi kekayaan itu jumlahnya cukup untuk tujuh turunan. Sebagian besar dari kita pasti langsung menjawab mau. Kita berpikir kekayaan itu tidak akan ada habisnya. Kadangkala kita juga berpendapat dengan kekayaan tersebut maka masalah-masalah tidak akan timbul dalam hidup kita. Tapi apakah benar demikian adanya? Sebuah kisah hidup anak orang kaya pernah dicatat dalam Alkitab. Harta tidak menyelamatkannya dari bahaya kelaparan yang mengancam daerahnya tinggal. Kekayaan tidak meluputkannya dari masalah, tapi melalui masalah itu ia justru menerima berkat Tuhan beratus kali lipat dari sebelumnya. Siapa dia? Dia adalah Ishak.

Semua mengenal ayah Ishak, seorang yang kaya dan terpandang di jamannya, yaitu Abraham. Ia juga dicatat sebagai orang yang sangat taat kepada Tuhan. Tindakan dan perbuatannya mencerminkan iman dan ketaatan penuh kepada Allah yang ia sembah. Sehingga tak mengherankan bila Tuhan akhirnya memberkatinya dengan harta yang berlimpah. Mengenai kekayaan Abraham ini dicatat dalam Kejadian 13:2, "Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.” Tentu saja kekayaan ini mengalir sampai ke keturunannya yaitu kepada Ishak, anak perjanjian yang lahir di masa tua Abraham dan pewaris tunggal kekayaannya.

Memiliki harta orang tuanya, tidak membuat kehidupan Ishak lepas dari kesulitan. Ia juga mengalami masa yang sukar dan terancam kelaparan. Oleh karena itu Ishak memutuskan untuk keluar dari tempatnya dan pergi ke Mesir. Tapi di tengah perjalanan, Tuhan menampakkan diri kepada Ishak dan  mencegahnya ke Mesir. Ishak lalu menuruti apa yang Tuhan perintahkan dan tinggal sebagai orang asing di negeri itu. Tidak hanya menetap, ia bahkan merealisasikan imannya dengan menabur di tanah itu. Tuhan melihat apa yang diperbuat, dan sebagai gantinya Tuhan memberkati Ishak seratus kali lipat pada tahun yang sama. Dalam Kejadian 26:13 dikatakan, "Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.”  Lalu apa yang dilakukan Ishak setelah mendapat berkat yang berlimpah? Ishak tidak serta merta lupa kepada Sang Pemberi berkat. Ishak menaikkan ucapan syukurnya dengan mendirikan mezbah dan memanggil nama Tuhan.

Ada beberapa hal yang kita bisa pelajari dari kisah Ishak.

Pertama sungguh Tuhan membuat perhitungan terhadap orang-orang yang taat kepada-Nya. Tuhan sangat mengasihi mereka sehingga mencurahkan berkat atasnya.

Kedua jangan pernah mengandalkan kekuatan ataupun kemampuan kita sendiri karena semuanya itu tidak akan pernah membuat kita sukses. Berkat dan penyertaan Tuhanlah yang membuat kita dicukupkan segala sesuatunya.

Terakhir ketika kita sudah diberkati Tuhan jangan lupa untuk mengucap syukur atas kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

Mari meneladani tindakan dan sikap Ishak. Naikkan ucapan syukur atas apa yang Tuhan beri dalam hidup kita. Bila pada zaman dahulu dengan membangun mezbah dan mempersembahkan korban, kini ucapan syukur Anda dapat diwujudkan dalam bentuk dukungan kepada pekerjaan di ladang Tuhan. Bagikan berkat yang Anda miliki dengan mendonasi ke pelayanan CBN. Jadilah Mitra CBN dalam memberitakan kebaikan Tuhan dengan cara mengirimkan SMS ke 081.5965.5960 dengan format JC # Nama Lengkap # Email. Bisa juga dengan melengkapi data diri Anda dalam form dibawah ini.

“Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.“ 2 Korintus 9:6

Ikuti Kami