Siswa Teror Bom ‘Jogja Green School’ Dievakuasi ke Gereja dan Masjid

Siswa Teror Bom ‘Jogja Green School’ Dievakuasi ke Gereja dan Masjid

Lori Official Writer
3679

Lembaga pendidikan Jogja Green School di Jambon Gamping Sleman, Yogyakarta digegerkan dengan ancaman teror bom yang terjadi pada Rabu (3/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Akibatnya, sebanyak 110 siswa sekolah segera dievakuasi ke gereja St Lidwina dan masjid Nurul Ihsan yang berlokasi dekat dengan sekolah.

Sekretaris ‘Jogja Green School’ Dian Kurnia menyampaikan kronologi kejadian terjadi sesaat setelah Wisnu, suami dari kepala sekolah mengantarkan istrinya. Kemudian dalam perjalan, dia mendapat pesan singkat yang berisi teror bom yang akan terjadi di sekolah sang istri. Dia pun segera bertolak kebali ke sekolah dan memberitahukan ancaman tersebut dan melaporkannya ke polsek Gamping.

"Kita nggak bicara sama anak-anak dulu, biar mereka nggak panik setelah beberapa saat gegana datang baru kami bohongi ada shooting film kita suruh keluar satu per satu,” terang Dian, seperti dilansir Tribunnews.com, Rabu (3/2).

Para guru lalu mengevakuasi siswa ke rumah ibadah dua agama itu. Di sana, murid-murid dikumpulkan hingga orang tua masing-masing siswa datang menjemput. Hubungan yang baik antara sekolah dengan gereja dan masjid membuat proses evakuasi berjalan dengan lancar.

“Hubungan kita baik dengan masyarakat sekitar. Jadi ketika tadi akan mengevakuasi pun Masjid Nurul Ihsan dan Gereja St Lidwina menerima dengan baik,” ucapnya.

Saat menyusuri sekitar Jogja Green School, tim gegana tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan. Sehingga proses penyisiran dihentikan, dan kondisi berangsur-angsur kembali normal.

Teror bom tampaknya menjadi alat bagi pelaku kejahatan untuk menyerang sejumlah kalangan. Meski begitu, jangan pernah takut. Jika ada hal mencurigakan ditemukan, segera laporkan kepada pihak kepolisian.

Sumber : Tribunnews.com/Krjogja.com

Ikuti Kami