Waspadai 6 Zona Berbahaya dalam Pernikahan

Marriage / 2 February 2016

Kalangan Sendiri
Waspadai 6 Zona Berbahaya dalam Pernikahan
Sumber: Thinkstockphotos.com
Theresia Karo Karo Official Writer
4749

Kebahagiaan pernikahan dapat terwujud selama suami dan istri bersedia berjuang bersama. Selain itu, penting bagi pasangan untuk mewaspadai 6 zona berbahaya yang bisa membawa kehancuran dalam pernikahan.

1. Kesombongan
Bisa sangat merusak hubungan dalam pernikahan. Kesombongan pula yang membuat kita lupa bahwa manusia tidak sempurna dan bisa melakukan kesalahan. Saat Anda melakukan kesalahan, berusahalah untuk meminta maaf terlebih dahulu. Bukannya meninggikan ego dan justru menyalahkan pasangan.

Agar pernikahan jauh dari kesombongan, fokuslah pada hal-hal baik pasangan dan bersyukur dengan apapun yang sedang terjadi dalam pernikahan Anda. Dengan begini, saat kita atau pasangan melakukan kesalahan, kita mampu meminta maaf, memberikan maaf, dan menerima maaf dengan tulus.

2. Pornografi
Pornografi bisa memicu candu dan menciptakan harapan seksual dan emosional yang tidak realistis. Sehingga sangat salah bila menonton pornografi dianggap dapat meningkatkan kualitas hubungan seksual Anda dan pasangan.  Perlahan tetapi pasti, pornografi justru akan menghancurkan pernikahan Anda.

3. Ketidakpuasan
Atau dengan kata lain, harapan yang tidak selaras dengan kenyataan. Ketidakpuasan di sini menyangkut beragam hal, misalnya masalah ekonomi, seks, dan lainnya. Untuk mengatasinya, Anda harus berhenti membandingkan keadaan Anda dengan orang lain dan perbanyak mengucap syukur.

4. Gangguan
Awal pernikahan, fokus Anda tercurah penuh untuk pasangan. Seiring waktu, banyak pasangan yang kemudian terjebak dalam rutinitas pekerjaan dan kesibukan lainnya. Sehingga menurunkan kepedulian terhadap pasangan dan menimbulkan kebosanan.

Pernikahan merupakan sebuah hubungan yang perlu dirawat dan dijaga. Bila dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin Anda dan pasangan justru menyerah saat memperjuangkan pernikahan. Setelah menikah, tetaplah ciptakan waktu kebersamaan, kencan, dan menghabiskan waktu berdua.

5. Mengurangi komunikasi
Meskipun Anda dan pasangan tinggal satu atap, bukan berarti komunikasi tidak penting. Bagaimanapun juga komunikasi yang efektif tetap berperan penting di berbagai tahap kehidupan berumah tangga.

6. Menuntut pasangan untuk membahagiakan Anda
Kita tidak bisa mengharapkan orang lain untuk membahagiakan diri kita. Karena kebahagiaan diri bukanlah tanggung jawab orang lain, melainkan diri sendiri. Bila ingin pernikahan harmonis, maka Anda dapat memilih untuk menjadi bahagia sebagai individu dan membawa rasa bahagia itu dalam pernikahan Anda.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Sumber : Keluarga/Jawaban.com | Theresia Karo Karo
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?