Pria Muslim Yang Ditembak Waktu Bela Warga Kristen Akhirnya Wafat

Pria Muslim Yang Ditembak Waktu Bela Warga Kristen Akhirnya Wafat

Puji Astuti Official Writer
4005

"Bunuh kami semua atau tinggalkan kami," demikian ucapan Salah Farah, seorang Muslim yang dengan berani melindungi warga Kristen yang ada di bus yang ditumpanginya saat kendaraan itu tiba-tiba dibajak oleh gerombolan Al Shabaab pada Senin, 21 Desember 2015. 

Kelompok Al Shabaab saat itu meminta agar orang muslim memisahkan diri dari orang Kristen jika ingin selamat, namun ucapan berani mati Farah itu membuat orang-orang muslim lainnya mengikuti jejaknya untuk melindungi penumpang Kristen. Akhirnya kelompok teroris itu pergi setelah menggelontorkan tembakan yang menyebabkan 2 orang tewas dan 3 lainnya terluka termasuk diantaranya adalah Salah Farah. 

Farah yang terluka parah dilarikan ke rumah sakit Kenyatta National Hospital di Nairobi, setelah menjalani perawatan diperkirakan saat itu ia akan bisa pulang pada 7 Januari 2016 lalu. Namun takdir berbicara lain, pria berusia 40 tahun itu meninggal di meja operasi pada Minggu, 17 Januari 2016. Kondisinya saat itu memburuk lalu mengalami komplikasi dan akhirnya tidak tertolong lagi. Menurut berita yang dikutip Liputan6.com, Farah berprofesi sebagai kepala sekolah meninggalkan seorang istri yang hamil 9 bulan dan 4 orang anak yang masih kecil-kecil. 

Saat ia masih menjalani perawatan, Farah sempat diwawancari oleh Voice of America. Kala itu ia mengungkapkan alasan tindakannya yang berani itu.

"Orang-orang harus hidup bersama secara damai," ujarnya. "Kita semua bersaudara, hanya agama yang berbeda. Jadi, aku meminta saudara sesama umat Islam untuk peduli pada sesamanya yang Kristiani. Begitu juga sebaliknya...Marilah kita saling membantu dan dan hidup berdampingan secara damai."

Kenya telah lama diteror oleh kelompok Al Shabaab, kelompok yang menyatakan sebagai bagian dari jaringan Al Qaeda yang berawal di selatan Somalia dan kemudian merajalela ke wilayah negara-negara tetangganya, Kenya, Ethopia dan Uganda. Namun masyarakat telah lelah dengan aksi para ekstrimis tersebut, aksi Salah Farah dan orang-orang muslim berani di dalam bus kala itu adalah buktinya. 

Saudara Salah Farah, Rashid Farah menyerukan kepada dunia untuk mengingat apa yang dilakukan oleh almarhum saudaranya itu dan juga meminta agar keluarga yang ditinggalkan diperhatikan. Ia pun meminta agar kematian Salah Farah menjadi teladan bagi warga Kenya yang sudah muak dengan teror untuk hidup berdampingan dengan damai sebagai sebuah bangsa. 

Sumber : Liputan6.com | Jawaban.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami