Beruang Penakut
Kalangan Sendiri

Beruang Penakut

Theresia Karo Karo Official Writer
      6449

Matius 6:25

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu.”


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]mazmu88[/kitab]; [kitab]lukas9[/kitab]; [kitab]yerem23-24[/kitab]

Jack, adalah kucing berwarna oranye dan putih dengan berat 7,5 kg, mengerjakan tugasnya menjaga kebun belakang rumah majikannya di New Jersey dengan sangat baik. Ia sering menakut-nakuti binatang penyusup kecil. Namun pada satu hari, majikannya terkejut ketika mendapatinya duduk di bawah pohon yang tinggi sambil memandang ke atas pada seekor beruang hitam besar.

Jack mengeong keras pada beruang itu ketika Si beruang, yang berasal dari hutan di dekat rumah majikannya, tersesat di halaman belakang rumah. Beruang yang ketakutan itu dengan cepat naik pohon. Mana mungkin seekor beruang hitam besar takut dengan kucing kecil? Apa yang dipikirkan beruang itu? Apakah kejadian ini masuk akal?

Namun tahukah kita apa yang lebih tidak masuk akal? Adalah rasa khawatir dan takut yang ada dalam pikiran kita, padahal kita tahu bahwa kita memiliki Allah, yang baik dan berkuasa, yang memelihara kita. 

Yesus sendiri memberi tahu para murid-Nya, "Janganlah khawatir ..." (Matius 6:25,31,34). Dia berkata bahwa kita tidak perlu merasa takut dan khawatir, karena Bapa surgawi mengetahui apa yang kita perlukan, dan kita adalah makhluk berharga di mata-Nya (Matius 6:26,32). Dia sungguh-sungguh bersedia dan sanggup memenuhi kebutuhan kita.

Saat kita mengkhawatirkan sesuatu, bagaimana perspektif kita? Yang mengungkapkan sikap kita bukan apa yang kita lihat, melainkan bagaimana kita melihatnya. Jika kita memandang hidup dengan kacamata Allah yang penuh kuasa dan baik, kita akan memercayai-Nya, bukan merasa sangat khawatir. Jika perspektif kita benar, kita dapat melihat Allah dan pemeliharaan-Nya yang setia (Sabda.org)

Kekhawatiran adalah beban yang tidak Allah maksudkan untuk menjadi tanggungan kita.


Ikuti Kami