Hati-hati, Berbuat Baik Itu Beresiko Tinggi!
Kalangan Sendiri

Hati-hati, Berbuat Baik Itu Beresiko Tinggi!

Puji Astuti Official Writer
      6435

Lukas 10:33
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

Bacaan Alkitab Setahun [kitab]Mazmu72[/kitab] ; [kitab]Ibran6[/kitab] ; [kitab]Zefan1-3[/kitab]

Sebuah survei terhadap 4500 orang dewasa di Amerika  pada tahun 2010 oleh United Healthcare mengungkapkan bahwa mereka yang menjadi sukarelawan untuk kegiatan sosial lebih sedikit yang mengalami susah tidur, tidak berdaya dan putus asa, sebaliknya mereka memiliki hubungan sosial yang lebih baik dan memiliki kendali atas kondisi kritis. Pada dasarnya, melakukan kebaikan sekecil apapun dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia. Namun lebih dari itu, berbuat baik membuat kita kembali kepada kodrat kita sebagai manusia yang memiliki kepedulian kepada sesamanya.

Dalam kisah orang Samaria yang baik hati, orang Samaria itu yang disebut sebagai sesama manusia.Orang Samaria itu melewati jalan yang sama dengan orang yang dirampok itu. Ia mungkin berpikir bahwa bisa saja ia mengalami hal yang sama, dan jika itu terjadi ia ingin ada orang yang menolongnya. Ia merasakan empati terhadap orang yang mengalami kemalangan itu dengan menempatkan dirinya sendiri pada posisi orang tersebut.

Pada saat itu, orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Mereka dianggap kasta yang lebih rendah dan najis. Walau demikian dia tetap menolong bahkan rela mengeluarkan uang untuk menolong orang yang dirampok itu. Yang pasti, dia tidak mendapatkan keuntungan atas tindakannya itu, namun dia tetap melakukannya.

Sebaliknya, orang Lewi dan Imam itu menghindari orang tersebut dan hanya melihat dan melewati dari seberang jalan. Apa sebabnya? Bangkai atau orang mati adalah sesuatu yang najis bagi orang Israel (Imamat 5:2-3), dan siapapun atau apapun yang mereka sentuh menjadi najis. Saat itu orang Lewi dan Iman itu tidak tahu pasti apakah orang itu sudah mati atau akan mati, jadi mereka tidak mau mengambil resiko. Sebab jika mereka menjadi najis resikonya adalah mereka terisolasi secara sosial, karena mereka harus berteriak najis-najis dan tidak boleh menyentuh orang lain sampai mentahirkan diri. Yang kedua mereka rugi secara ekonomis, karena pekerjaan mereka sebagai iman dan orang lewi sebagai pelayan rumah Tuhan.

Ingatlah hal ini, melakukan kebaikan itu beresiko tinggi! Belum tentu kebaikan Anda berimbas positif pada diri Anda. Bersediakah kita menjadi seperti orang Samaria itu? Mari menjadi sesama manusia dan tetap melakukan kebaikan sekalipun itu membuat kita beresiko mengalami kerugian. Karena kebaikan sekecil apapun akan berdampak besar bagi diri kita, ada perasaan gembira dan bahagia yang akan muncul dan juga sebuah perasaan bersyukur karena bisa menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi orang lain.

Berbuat baik itu beresiko, namun tetaplah berbuat baik apapun harga yang harus dibayarkan, karena itulah hakekat kita sebagai manusia!

Ikuti Kami