Berdiam Diri

Berdiam Diri

Lori Official Writer
      9136
Show English Version

Mazmur 37: 7
Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia; jangan ,arah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Amsal8[/kitab]; [kitab]Yohan18[/kitab]; [kitab]IRaja3-4[/kitab]
Baru-baru ini saya (Ryan Duncan, red) berlibur ke Irlandia. Saya berkesempatan pergi ke biara tua di sebuah tempat bernama Glendalough. Menurut legenda, biara ini awalnya didirikan oleh orang suci Kevin, seorang imam abad ke-6 yang terkenal karena kebijaksanaan dan kesalehannya. Ketenaran Kevin sebagai orang suci mulai surut saat masa pelayanan Yesus. Jadi dia mundur ke Glendalough untuk berdoa dan bermeditasi dalam damai. 
Biara kecil kemudian dibangun oleh murid-murid yang mengikutinya dengan setia. Mereka berharap agar lembah terpencil itu memungkinkan mereka bisa berdoa kepada Tuhan secara khusyuk. Lembah kecil yang dikelilingi pegunungan dan danau kecil itu pun membuat Glendalough terasa sunyi dan hening.
Hal itu tidak mengesankan saya hingga nanti kesunyian itu akan menjadi hal yang asing. Setelah saat kita hidup di dunia yang penuh dengan gangguan; iPads, iPhone, TV, internet, film. Ada begitu banyak hal yang menuntut waktu dan perhatian kita. Seringnya kita mengorbankan waktu bersama dengan Tuhan. Kevin sang suci tahu betapa besarnya nilai dari berdiam diri, seperti Kristus.
Hal serupa juga dilakukan Yesus saat dalam pelayanan-Nya. Berita tentang  Yesus tersiar luas, sehingga banyak orang datang untuk mendengarnya dan diminta untuk menyembuhkan sakit penyakit. Meski demikian Yesus sering kali menarik diri ke tempat-tempat sunyi dan berdoa (baca [kitab]Lukas5:15-16[/kitab]). Yesus pergi ke Bukit Zaitun, dan murid-murid-Nya mengikuti Dia. Setelah tiba di tempat itu, ia berkata kepada mereka, “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan (baca [kitab]Lukas22:40[/kitab]). 
Dilain kesempatan, setelah melakukan pelayanannya, tepatnya enam hari kemudian, Yesus juga menyempatkan diri untuk berdoa di tempat sunyi. Ia membawa serta Petrus, Yakobus dan Yohanes saudara Yakobus, dan mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi (baca [kitab]Matiu17:1[/kitab]).
Di tengah dunia yang penuh dengan banyak suara dan gangguan ini, berapa seringkah kita benar-benar mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan Allah? Saya sama sekali tidak mengetahui tentang Anda, tetapi ini adalah sesuatu yang saya perjuangkan setiap harinya. Jangan biarkan mainan yang diciptakan dunia ini mengalihkan perhatian Anda dari Bapa Surgawi kita. Sebaliknya, pada saat Anda berdoa, matikanlah ponsel Anda dan temukan sebuah tempat yang jauh dari alat-alat teknologi. Berdoalah kepada Tuhan dalam keheningan dan dengarlah jawaban dari Tuhan. - RD

Jangan biarkan gangguan dunia merusak hubungan Anda dengan Tuhan

Ikuti Kami