Setitik Nila yang Merusak

Setitik Nila yang Merusak

Lori Official Writer
      6575
Show English Version

Pengkhotbah 10: 1

Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berpengaruh dari pada hikmat dan kehormatan


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Amsal15[/kitab]; [kitab]Galat4[/kitab]; [kitab]IITaw1-3[/kitab]

Peribahasa ‘karena setitik nila, rusak susu sebelanga’ menjadi salah satu ungkapan yang memiliki makna mendalam. Dan pribahasa itulah yang dipakai dalam Pengkhotbah 10 ayat 1. Dalam bahasa sederhananya bahwa ‘lalat yang mati membuat seluruh minyak wangi yang dibuat berbau busuk’. Kemudian Pengkhotbah menambahkan keterangan itu dengan kalimat; ‘sedikit kebodohan lebih berpengaruh daripada hikmat dan kehormatan’.

Lalat kecil seringnya dianggap tidak berarti dibanding dengan minyak wangi dalam jumlah banyak yang dibuat seseorang. Namun, ketika lalat itu mati dan masuk ke dalam minyak wangi, akibatnya seluruh minyak wangi akan berbau busuk.

Nats Pengkhotbah ini mengingatkan bahwa orang-orang percaya harusnya tidak boleh melakukan kebodohan, termasuk kelihatan sepele. Karena kebodohan yang nampak sepele dapat menghancurkan reputasi baik yang kita bangun selama bertahun-tahun. Sebagai manusia, sudah menjadi kebiasaan ketika kita mungkin meremehkan ‘sedikit kebodohan’ melakukan yang seharusnya tidak bisa dilakukan karena kita lebih berkompromi, ingin disukai orang atau ingin lebih banyak untung. Misalnya, berkompromi untuk korupsi di tempat kerja, ikut-ikutan dalam pergaulan yang buruk.  

Seperti mengucapkan perkataan yang tidak pantas. Walaupun tujuan kita adalah untuk menghibur, lelucon yang tidak pantas malah bisa merusak cara pandang orang lain terhadap kita. Jangan anggap remeh dengan perkataan dan tindakan kita, karena hal itu bisa saja menjadi batu sandungan bagi orang percaya terlebih bagi orang yang tidak percaya. Selain itu, cara berpakaian atau gaya hidup kita juga tidak kita sadari mungkin bisa menjadi ‘lalat-lalat kecil’ yang membuat kita berbau busuk ketika berpapasan atau dekat dengan orang lain.

Karena itu Tuhan mengingatkan agar terang yang ada di dalam orang percaya tidak berubah menjadi kegelapan

Ikuti Kami