Sandy Bahagia: Mama, Aku Kena HIV

Sandy Bahagia: Mama, Aku Kena HIV

Lori Official Writer
11708

Sandy Bahagia, satu dari sekian banyak penderita HIV/AIDS. Awal pertama didiagnosa menderita penyakit mematikan ini, Sandy merasa hidupnya hancur dan merasakan kekecewaan mendalam kepada Tuhan. Karena saat itu, Sandy hanya berpikir bahwa HIV/AIDS adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan dianggap sebagai penyakit tabu.

“Saya berkata kepada Tuhan, kenapa saya diantara jutaan orang di dunia ini, saya yang kena sakit HIV yang saya tahu pada saat itu, sakit ini tidak ada obatnya. Banyak orang tidak suka dengan sakit ini karena stigmanya sakit orang-orang berdosa. Jadi saya takut orang lain tahu, saya takut menjalani kehidupan saya,” ucap Sandy.

Seperti dikisahkannya, penularan HIV/AIDS ini berawal dari kebiasaan Sandy berkunjung ke tempat-tempat prostitusi, dekat dengan tempat tinggalnya. Ia ingin sekali mendapatkan perhatian dari orang lain, dan keinginan itu didapatkannya di sana.

Tak lama kemudian, dia pun mendapatkan perhatian dari seorang perempuan pekerja seks komersial (PSK). Perhatian itu membuatnya nyaman dan menganggap perempuan tersebut akan membuatnya bahagia. Sayangnya, Sandy yang masih berusia belia dan belum punya apa-apa sbelum mampu menjanjikan kehidupan yang baik kepada sang kekasih. Meski bertentangan dengan hatinya, ia tak mampu mencegah perempuan yang dicintainya tetap melakoni pekerjaannya sebagai PSK dan lebih memilih laki-laki lain.

Sejak memutuskan untuk putus hubungan, Sandy akhirnya merantau ke Malaysia. Ia berpikir bahwa uang bisa memberikannya kebahagiaan. Sayangnya, hasil cek medis yang dilewatinya mendiagnosa Sandy terkena serangan HIV/AIDS.

Empat tahun setelah vonis tersebut, kondisi Sandy semakin menurun. Tak seorang pun yang tahu kondisi yang dialaminya, termasuk mamanya sendiri. “Saya drop, dan sempat berpikir untuk mengakhiri hidup juga karena saya takut bahwa orang lain tahu saya meninggal dunia karena sakit HIV,” skata Sandy menerangkan.

Baca juga : 

Hubungan Sesama Jenis Membuat Aku Terinfeksi HIV AIDS!

Biar Gak Gagal Paham, Orangtua Perlu Tahu Soal Penularan HIV Pada Anak

Sementara sang mama terus bertanya-tanya tentang kondisi putranya yang sekarat dan tak berdaya. “Kesedihan saya pada saat saya mendengar anak saya terjangkit HIV, saya menjerit, menangis kepada Tuhan. Tuhanlah segala-galanya, saya serahkan semua kepada Tuhan, ‘Tuhan kalau pun ini terjadi pada anak saya. Kalau pun Tuhan mau angkat anak saya, saya kepengen anak saya hidup di dalam Tuhan”. Itu yang ada di dalam pikiran saya’,” terang mamanya, Meskey Pantau.

Sandy melihat betapa besar kasih sang mama kepadanya. Dalam masa-masa berat melawan HIV/AIDS itu, Sandy mulai mencari Tuhan melalui firman Tuhan. Kitab injil Yohanes adalah rema kuat yang memotivasi Sandy. Tuhan mengingatkan bahwa Ia sanggup melakukan perkara yang besar, termasuk kesembuhan.

“Ada satu kisah atau satu ayat yang menjadi rema bua saya pada saat itu, yang terngiang-ngiang di pikiran saya. Dimana kisah tentang Tomas meragukan kebangkitan Tuhan Yesus. Dan di situ Tuhan berkata, ketika Tomas sudah percaya dan Tuhan membuktikan kebangkitan-Nya, ‘Tuhan berkata: Berbahagialah orang yang percaya tetapi tidak melihat’,” ucapnya.

“Dan di situ seolah-olah Tuhan berbicara kepada saya, ‘Sandy percayalah meskipun engkau saat ini masih belum mengalami kesembuhan. Saya menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil,” lanjutnya.

Baca juga : 

Akhir Yang Damai Didi Mirhard, Artis Yang Tak Takut Ungkap Idap HIV
Hari AIDS Sedunia, Wajib Tahu 10 Fakta HIV/AIDS

Sejak saat itu, Sandy mulai membuka hati dan mau berjalan bersama Tuhan. Tidak hanya untuk mendapatkan kesembuhan semata, tetapi lebih daripada itu untuk mengenal dan mengasihi Tuhan. Siapa sangka, keajaiban terjadi dalam hidup Sandy. Melalui pemeriksaan rutin, Sandy mendapati perkembangan yang sangat siginifikan. Kondisinya semakin membaik dan dokter bahkan menemukan bahwa virus yang bersarang di dalam tubuhnya tidak terdeteksi. Tuhan menepati janjinya, memberikan kesembuhan total kepada Sandy.

“Saya melihat anak saya Sandy, dia sosok yang tegar. Saat menghadapi penyakitnya ini, dia terus berjalan bersama Tuhan Yesus. Dia tidak pernah menyerah, bahkan sampai sekarang dia lebih banyak melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang,” terang sang mama.

Dan saat ini Sandy telah mendapatkan kehidupan yang begitu bahagia. Ia memiliki keluarga yang baik, isteri dan orang tua yang mengasihinya. Bukankah itu adalah bukti penyertaan Tuhan? Sekalipun kita didiagnosa penyakit yang tidak ada obatnya, apabila kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan kesembuhan yang mustahil pun bisa terjadi.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Sumber : Sandy Bahagia & Meskey Pantau

Ikuti Kami