Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
300


Baru-baru ini, kita mendengar berita soal tiga anak yatim piatu asal desa Nainggolan, Kabupaten Samosir penderita HIV didesak keluar dari sekolah. Desakan ini dilayangkan oleh para orangtua murid yang kuatir jika ketiga anak tersebut menularkan penyakit serupa kepada anak-anak mereka.

Karena desakan itu, pemerintah daerah kabupaten Samosir, pihak sekolah dan juga pendamping anak-anak tersebut melakukan mediasi dan menghasilkan solusi supaya ketiganya disediakan sistem pendidikan terpisah. Dalam artian, ketiga anak tersebut tak lagi belajar di sekolah publik, melainkan di sekolah yang bersifat privat. Solusi ini dianggap tepat bagi kedua belah pihak, baik untuk memberi kelegaan kepada orangtua murid dan juga untuk mencegah perlakuan yang tak baik terhadap ketiga anak tersebut.

Namun kasus ini sudah terlanjur bergulir dan perlakuan yang dialami ketiga anak tersebut dianggap tidak adil. Anak-anak yatim piatu tersebut harus dikucilkan lantaran minimnya pengetahuan orangtua soal penularan HIV.

Banyak informasi simpang siur soal penularan HIV membuat para penderita harus menerima perlakuan yang tidak baik. Mereka dijauhi karena alasan yang sebenarnya kurang tepat. Banyak yang berpikir bahwa penularannya bisa terjadi dengan sentuhan fisik. Mitos ini tentu saja salah.

Karena itulah setiap orangtua harus paham betul kalau penularan HIV ini bisa terjadi hanya dengan kontak cairan tubuh seperti darah dan juga penggunaan jarum suntik.

Metode penularan HIV sendiri hanya bisa terjadi lewat beberapa hal ini:

1. Transfusi Darah

Penularan HIV bisa terjadi lewat transfusi darah. Untungnya, kasus ini sangat jarang terjadi karena sebelum seseorang dinyatakan layak sebagai pendonor, tim medis lebih dulu melakukan uji kelayakan donor. Jadi, bisa dipastikan jika penderita HIV tidak akan bisa menularkan penyakitnya kepada orang lain.

2. Selama kehamilan, persalinan atau menyusui

Seorang ibu yang terinfeksi HIV dan mengandung atau menyusui berisiko tinggi untuk menularkan HIV kepada bayinya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan HIV selama kehamilan, guna menurunkan risiko penularan HIV pada bayi.

3. Penggunaan jarum suntik

Metode penularan HIV lainnya adalah lewat penggunaan jatum suntik bekas penderita HIV. Darah yang terkontaminasi dengan virus HIV bisa tertular lewat jarum suntik. Karena itulah sangat disarankan untuk segera membuang jarum suntik bekas penderita HIV.

4. Hubungan seksual

Penularan HIV yang banyak terjadi adalah lewat hubungan seksual. Karena itulah ada banyak istri yang juga tertular HIV dari suaminya yang kerap gonta ganti pasangan. Dan tentu saja hal ini kemungkinan besar tidak akan terjadi kepada anak di bawah umur.

Jadi, lewat penjelasan ini semoga semua orangtua semakin paham dan lebih menerima anak-anak penderita HIV di tengah lingkungan. Jangan sampai ketidaktahuan kita membuat kita berlaku tidak adil dengan anak-anak penderita HIV yang juga punya hak yang sama dengan anak-anak normal lainnya.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

RY 14 January 2019 - 21:25:16

Sex

0 Answer

Aditya Putra 14 January 2019 - 16:43:50

Untuk belajar sekar alit atau macapat pertama kali.. more..

0 Answer

delsinsarlin hotan 13 January 2019 - 19:24:39

LDR

0 Answer


ROTH GERENEMUS K A U 5 January 2019 - 15:20:01
Saya mohon bantuan doa ny, krna sy mengalami pergo... more..

chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Banner Mitra Week 2


7224

advertise with us