5 Suami Terburuk Versi Alkitab

Marriage / 27 October 2015

5 Suami Terburuk Versi Alkitab

Theresia Karo Karo Official Writer
9254

Alkitab tidak hanya mencatat tokoh-tokoh dengan perilaku hidup baik dan yang memberikan nasihat positif. Sebaliknya, dalam Alkitab kita juga bisa menemukan nama yang tidak baik untuk dijadikan teladan, yang beberapa diantaranya terkait dengan hubungan pribadi mereka dengan pasangan. Melansir dari Christiantoday.com, berikut lima kandidat untuk suami terburuk dalam Alkitab:

Adam

Manusia pertama ciptaan Tuhan ini menyalahkan pasangannya, Hawa. Saat Tuhan menghadapkan dia dengan dosanya dan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan buruk, Adam menyalahkan pasangannya dan bahkan Allah. 

"Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan,” (Kejadia 3:12). Seorang suami harusnya bisa mengambil tanggung jawab. 

Abram 

Lebih dari sekali, Abram ‘memanfaatkan’ istrinya. Pertama pada saat mereka akan masuk ke Mesir (Kejadian 12: 10-20 dan Kejadian 20: 1-17). Karena ketakutannya, Abram meminta Sarai untuk menyamar sebagai adiknya dan membiarkan istrinya tidur dengan Firaun.  Selain itu, dia juga setuju untuk tidur dengan hambanya yang bernama Hagar. Hal ini dilakukannya demi memiliki keturunan (Kejadian 16). 

Nabal

Merupakan seorang tuan tanah pemarah yang menolak untuk membantu Daud ketika dia membutuhkan bantuan (1 Samuel 25). Justru istri Nabal, yang bernama Abigail yang menyelamatkan hidup Daud. Dia mengatakan pada Daud untuk “tidak mengindahkan Nabal yang adalah orang jahat.” Dan saat ketika Abigail mengatakan apa yang dilakukan pada suaminya, Nabal kemudian meningggal karena stroke. Setelah itu, Daud lantas menikahi Abigail. 

Salomo

Dapat dikatakan bahwa Salomo adalah suami terburuk dalam keseluruhan Perjanjian Lama. Sebab, “Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada Tuhan” (1 Raja-raja 11:3). 

Ahasyweros

Diidentifikasi sebagai nama Raja Persia yang menikahi Ester. Namun sebelumnya, dia telah memiliki seorang istri bernama Wasti. Dalam sebuah perjamuan besar yang diadakannya, Ahasyweros diketahui mabuk. Dan pada kondisi itu, dia memerintahkan Wasti untuk datang dan ‘menampilkan kecantikannya’ bagi seluruh tamunya (Ester 1). Namun Wasti menolak, sehingga Ahasyweros pun menceraikannya. Meskipun begitu, semua berakhir baik baginya. Sebab dia jauh lebih bahagia dengan Ester dan juga menyelamatkan orang-orang Yahudi dari pembantaian.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.

Sumber : Christiantoday/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami