Lukas A. Lesnussa: Kutinggalkan Istri dan Anak Demi Wanita Lain

Lukas A. Lesnussa: Kutinggalkan Istri dan Anak Demi Wanita Lain

Theresia Karo Karo Official Writer
19493

Mengetahui pasangan berselingkuh dengan orang lain merupakan salah satu badai terbesar yang dialami seseorang saat menjalani kehidupan rumah tangga. Ini juga yang mengancam hubungan dan menjadi mimpi buruk dalam pernikahan.

Lukas A. Lesnussa awalnya hidup bahagia dengan istri dan putrinya. Namun keutuhan keluarga kecil ini terancam sejak kehadiran seorang wanita lain di kehidupannya. Saat itu, hubungan yang semakin intim dengan selingkuhan, menghilangkan rasa cinta untuk istri dan mendinginkan hubungan keluarganya.

Bahkan Lukas merasa perasaannya sudah mati untuk istrinya. Dia juga sering tidak pulang ke rumah selama berhari-hari. Hal ini tentu membawa kesedihan yang mendalam bagi istrinya, Nira Lesnussa. Tapi Lukas tetap tidak menghiraukan perasaan pasangannya. 

Hingga satu hari, Nira memberanikan diri mencari suaminya. Tetapi yang ditemukannya sungguh mengejutkan, dia bertemu Lukas bersama selingkuhannya. Nira yang saat itu emosi, akhirnya melabrak wanita yang bersama suaminya. Sedangkan Lukas yang ketahuan selingkuh, bukannya merasa bersalah justru balik memarahi istrinya. Sekembalinya ke rumah, dengan beringas Lukas kemudian memukuli dan membentak istrinya.

"Saat itu tidak dia seperti kerasukan. Saya hanya bisa menangis dan bingung harus melakukan apa,” ungkap Nira.

"Kalau orang sudah terlibat dalam perselingkuhan pasti menjadi tukang bohong, kasar, suka memukul, dan bringas. Perlakuan ini yang saya lakukan terhadap istri saya setiap hari,” ujar Lukas.

Satu kali, saat Lukas keluar dari rumah, dia sudah berencana berpisah dengan istrinya untuk menikah lagi dengan wanita lain. Dia bahkan sempat ke Sulawesi Utara untuk melaksanakan rencananya tersebut. Meskipun begitu, setiap hari Nira tidak putus-putus berdoa agar Tuhan menjagai dan membawa pulang suaminya. “Ini mungkin ujian buat saya. Saya sabar, karena Tuhan pasti lihat kesabaran seorang istri,” kata Nira. 

Saat sedang bersama selingkuhannya, dengan jelas Tuhan menegur Lukas. “Tiba-tiba saya mendengar suara yang sangat audible di telinga saya. Dia panggil nama asli saya. Lukas keluar dari tempat itu, karena tempat itu najis.”

Mendengar itu, Lukas merasa bahwa Tuhan melihat betapa najis dan kotor hidup yang dijalaninya. Dia pun ketakutan dan merasa bahwa itu adalah hari terakhirnya. “Saya tahu hari itu adalah hari terakhir saya  hidup dan harus mengambil keputusan untuk bertobat.” Dia pun berdoa pada Tuhan, ‘kalau ini memang jalan dan waktunya Tuhan, Tuhan tolong berikan saya kekuatan untuk keluar dari perselingkuhan ini.’

Pernikahan itu akhirnya tidak terwujud, karena Lukas memilih meninggalkan wanita selingkuhannya. “Saya berkemas, saya harus kembali pada istri dan anak saya. Saya ingin keluarga dan rumah tangga saya pulih,” ujarnya.

Berselang satu bulan, Nira akhirnya mendapat kabar dari suaminya. Melalui telepon, Lukas meminta maaf atas perlakuan sebelumnya. Dia juga ingin berkumpul kembali bersama keluarganya. Mendengar itu, Nira sangat senang dan menyusul suaminya ke Bali. Semenjak itu, keluarga mereka kembali bersatu dan mengalami pemulihan dalam Tuhan.

“Sikap suami terlihat berbeda, dia semakin sayang dan perhatian pada saya dan anak-anak kami. Dulu rumah tangga saya seperti neraka, tapi setelah dipulihkan oleh Isa Almasih, seperti di surga. Karena ada kesenangan, kebahagiaan, ada sukacita,” ujarnya bahagia.

Sementara itu, Lukas mengakui bahwa apa yang dilakukannya dahulu merupakan hal yang sia-sia. "Ketika saya renungkan hari ini, apa yang saya lakukan di masa lampau, semuanya adalah sia-sia. Namun ketika Isa Almasih masuk dalam hidup saya, hidup dalam firman-Nya, berkembang dalam kehidupan berkomunitas, saya disadarkan bahwa saya harus menjadi seorang kepala keluarga, menjadi bapak bagi kedua putri saya.”

Bagi Lukas, tempat yang paling aman dan baik untuk seorang suami adalah keluarga dan rumah tangga. Karena tidak ada kebanggaan yang lebih luar biasa, ketika dia melihat keluarganya hidup dalam kerukunan. 

Menghadapi perselingkuhan dalam rumah tangga memang bukan hal mudah. Rasa sakit sudah pasti, bahkan sangat ingin menyerah menjaga keutuhan rumah tangga. Namun, ketahuilah bahwa mempertahankan sebuah pernikahan adalah satu-satunya pilihan yang dimiliki. 

Belajar dari Nira, meskipun tahu suaminya berselingkuh, dia tidak berhenti mendoakan pasangannya. Dia pun bersedia dengan tulus mengampuni Lukas dan kembali membina hubungannya. Dalam kesesakannya, dia berseru pada Tuhan. Sebab dia tahu Tuhan tidak akan meninggalkannya.

Oleh sebab itu, percayalah bahwa Anda juga bisa melalui masalah perselingkuhan dalam rumah tangga dengan bijaksana. Dan dengan pertolongan Tuhan, rumah tangga Anda bisa dimulai kembali, bahkan lebih indah dari sebelumnya. 

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.

Sumber : Lukas A. Lesnussa

Ikuti Kami