Jaxon Strong, Bayi yang Bertahan dengan Separuh Tengkorak

Jaxon Strong, Bayi yang Bertahan dengan Separuh Tengkorak

Theresia Karo Karo Official Writer
5006

Jaxon Emmett Buell lahir dengan cacat tabung saraf. Kondisi inilah yang menyebabkan bagian otak dan tengkorak kepalanya tidak berkembang sempurna atau disebut juga sebagai Microhydranencephaly. Dokter memprediksi bahwa usianya tidak akan lama, hanya bertahan beberapa hari.

“Kami telah memberikan segalanya untuk dia mendapat kesempatan bertahan dan ia melakukannya sejak lahir, bertahan,” ujar Brandon Buell, ayah Jaxon.

Di Amerika, terdapat sekitar 4.859 bayi yang lahir dengan kelainan. Akan tetapi, sebagian besar meninggal dalam kandungan atau tidak lama setelah lahir. Namun Jaxon adalah keajaiban, dia bertahan hingga kini dan telah menginjak usia satu tahun.

Keadaan putranya ini sudah diketahui olehnya sejak masih dalam kandungan istrinya. “Setelah kami cek ultrasound kedua di usia 17 minggu, ketika kami mengetahui dia bayi laki-laki, kami tahu ada sesuatu tidak beres. Ketika petugas ultrasound melihat bagian kepalanya, dan kami pun terdiam,” tuturnya.

Sedang ibu Jaxon, Brittany diberitahu oleh dokter bahwa ada masalah dengan hasil MRI putranya. Mengetahui kenyataan itu, mereka hanya bisa menangis dan bersedih sepanjang hari.

“Saya sangat terpukul, hati saya hancur karena sesuatu yang saya selalu inginkan di kehidupan ini telah terjadi, tapi kemudian saya diberitahu ada kemungkinan dia lahir tidak selamat,” kata Brittany.

Saat itu, mereka sempat berpikiran untuk mengaborsi bayinya. Sebab Brittany dan Brandon ragu apakah buah hati mereka bisa selamat atau tidak. “Siapakah kami untuk memutuskannya? Kami diberikan anak, kami diberikan kesempatan dan kami harus menjadi suaranya,” ungkap Brandon.

Mereka pun berkonsultasi pada dokter mengenai risiko kedepannya. “Kami memastikan terlebih dahulu apakah Jaxon kesakitan atau menderita. Kami juga bertanya, apakah ada risiko lebih lanjut jika Brittany melanjutkan kehamilannya atau ketika proses persalinan berlangsung,”jelasnya.

Hasilnya, dokter ternyata mengatakan tidak apa-apa. Sehingga pasangan ini memilih tidak menyerah dan tetap mempertahankan Jaxon. Penantian itu akhirnya mempertemukan mereka dengan putra kesayangannya pada 27 Agustus 2014. Jaxon lahir dengan berat 1,8 kg dan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit untuk menjalani operasi otak.

Menerima perawatan selama beberapa minggu, Jaxon kemudian diperbolehkan pulang. “Aku ingat saat memegang dia di kedua tanganku dan mendengarkan dokter mengatakan anakku mungkin tidak akan bisa berjalan, berbicara, tidak pernah tahu kapan dia lapar, tidak pernah melihat, atau mendengar. Mereka benar-benar tidak mengharapkan dia bisa melakukan itu,” kenang sang ayah.

Namun dengan kasih sayang tulus dari kedua orang tuanya, Jaxon mampu bertahan hingga sekarang. Brittany bahkan selalu berada di samping putranya itu. Sebab dia sadar bahwa Jaxon bisa meninggalkannya kapan saja. 

“Itu selalu jadi pikiran saya. Saya sangat menyadari bisa saja ini adalah hari terakhirnya, menyadari besok mungkin dirinya tidak ada di sini lagi. Saya selalu berusaha tetap positif 99 persen, tetapi satu persennya saya sadar realitas dan kondisinya,” ujar Brittany. 

Kisahnya kini viral di kalangan netizen dan menuai simpati akibat ketangguhan bayi asal Florida ini. Hal ini terbukti dengan ribuan orang yang membagikan kisahnya dan memberi donasi untuk membantu perawatannya.  Mereka pun memanggilnya dengan ‘Jaxon Strong’. 

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.

Sumber : Metrotvnews/Motherandbaby.co.id by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami