Menguji Nubuatan
Kalangan Sendiri

Menguji Nubuatan

Lori Official Writer
      8416

1 Tesalonika 5: 20-21

….dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu92[/kitab]; [kitab]Lukas13[/kitab]; [kitab]Danie3-4[/kitab]

Montanus adalah pemimpin gerakan apokaliptik pada pertengahan abad ke-2 Masehi di Asia Kecil. Menurut tradisi, sebelum Montanus bertobat menjadi seorang percaya, ia adalah imam dari agama Sibele. Menurut Eusibius, sejarawan Kristen mula-mula, pada tahun 156, Montanus mengalami ekstase (keadaan di luar kesadaran diri, red) dan ia memandang dirinya sebagai alat Roh Kudus untuk menyampaikan nubuat-nubuat. Bahkan, sebagian muridnya memandang Montanus sebagai Roh Kudus itu sendiri! Montanus pernah menubuatkan bahwa akhir dunia telah dekat, Kerajaan Seribu Tahun dan Yerusalem Baru segera akan dibangun di Pepuza, sebuah desa di Frigia, Asia Kecil, yang sekarang masuk wilayah negara Turki. 

Dua orang perempuan tertarik dengan nubuat-nubuat Montanus, yakni Priskila dan Maximilla. Mereka juga ikut bernubuat seperti Montanus dan meninggalkan suami mereka! Mereka menyerukan semua orang supaya bersiap-siap menantikan Yerusalem Baru di Pepuza. Montanus mendapat banyak pengikut dan mereka disebut dengan kaum Montanis, sedangkan ajaran Montanus disebut Montanisme. Montanus mempunyai watak yang keras. Ia seorang yang sangat keras dalam menjalankan disiplin gereja. Ia menekankan puasa dan tidak boleh melarikan diri dari pengamatan gereja. Salah satu pengikut terbesar Montanus adalah Tertulianus, seorang bapa gereja terkemuka di Kartago, Afrika Utara. Namun, Tertulianus tidak mengikuti ajaran nubuat sang guru. Gerakan Montanisme kemudian menghilang pada abad ke-4 Masehi.

Sejak Montanus, banyak juga hamba Tuhan atau orang yang mengaku sebagai hamba Tuhan, yang suka bernubuat. Mereka meramalkan masa depan, kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, bencana alam, peperangan, huru hara, dan sebagainya yang menyangkut kepentingan banyak orang atau umat manusia. Mereka juga kadang-kadang meramalkan masa depan seseorang secara pribadi, seperti karier, jodoh dan yang lainnya. Namun sayang, banyak dari ramalan itu tidak tepat. Nyatanya apa yang mereka nubuatkan tidak terjadi. Jauh sebelum Montanus, Alkitab sendiri sudah mencatat tentang nabi-nabi palsu yang nubuatnya tidak terjadi. Sebab, nubuat mereka tidak berasal dari Tuhan, melainkan dari diri mereka sendiri.

Mengapa hal-hal demikian bisa terjadi bahkan hingga pada saat ini? Jawabannya adalah karena kita tidak menguji nubuat tersebut terlebih dahulu. Padahal, firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus menguji tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Tuhan Yesus telah menegaskan bahwa tidak seorang pun yang tahu akan hal kedatangan tersebut (Matius 24: 36). Dengan demikian, jika ada yang bernubuat tentang hari atau tanggal kedatangan Tuhan, pastilah itu sesat dan tidak berasal dari Tuhan. Untuk itu, mari kita menguji terlebih dahulu setiap nubuat yang kita dengar.


Nubuat yang sesuai Alkitab memberkati orang; nubuat yang bertentangan dengan Alkitab menyesatkan orang


Related Articles

Ikuti Kami