Benny Pattinasarany, Aktif Bangun Generasi Muda Lewat Mentoring

Benny Pattinasarany, Aktif Bangun Generasi Muda Lewat Mentoring

Theresia Karo Karo Official Writer
7019

Mentoring dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam mendidik generasi muda di tengah-tengah gempuran pengaruh luar yang berpotensi merusak. Tidak jarang kita melihat media menyoroti kasus kekerasan, free sex, hingga narkoba yang melibatkan para pemuda dan pemudi di Indonesia.

Kampanye krisis generasi inilah yang tengah digalakkan oleh Benny
Pattinasarany yang akrab disapa Abenk. Aktif sebagai mentor bagi pemuda, pria kelahiran Jakarta, 25 September 1978 ini fokus  pada penyuluhan anti narkoba dan anti free sex. Dia juga kerap terlibat dalam berbagai seminar, pelatihan, dan mentoring untuk melayani anak muda di kampus, gereja, sekolah, dan semacamnya.

Anak pertama dari pesepak-bola terkenal Ronny Pattinasarany ini semasa mudanya sempat terpuruk dalam kelamnya jerat narkoba. Kisah kehidupannya dan sang adik Yerry Pattinasarany pernah booming akibat kejatuhan mereka sebagai pecandu narkoba dan alkohol selama kurang lebih sembilan tahun.

Namun berkat pertolongan Tuhan dan dukungan penuh dari orang-orang terkasih, Benny dan Yerry dapat melepaskan diri dari jerat narkoba. “Jadi ketika Tuhan membebaskan saya dari pengalaman itu, ada satu beban atau passion yang Tuhan taruh dalam hidup untuk menyelamatkan generasi muda dari serangan narkoba/HIV AIDS/free sex. Sejak itulah saya mulai aktif memberikan seminar atau penyuluhan di sekolah, kampus, dan lain sebagainya,” papar Abenk sebagaimana dikutip dari renunganboom.com, (24/8/2014).

Sadar akan bahaya yang mengancam masa depan generasi muda, saat ini Abenk mendedikasikan dirinya menjadi mentor penyuluh di yayasan yang didirikan oleh sang ayah, ‘Ronny Pattinasarany Foundation (RPF)’. Dalam kampanyenya, lembaga non profit ini kerap menggalakkan gerakan ‘Indonesia Krisis Generasi’ dan ‘Generasi Stop Cuek’.

RPF yang berdiri sejak tahun 2008 ini bertekad untuk mengarahkan anak muda Indonesia pada masa depan yang lebih baik lagi. Selain Abenk, seluruh anggota keluarganya juga turut andil dalam mendirikan RPF. Mereka adalah Sang ibu, Stella Maria dan kedua saudaranya Tresita dan Yerry Pattinasarany.

Beberapa program yang dijalankan RPF antara lain, SOS (Save Our Student) yang fokus pada seminar bahaya narkoba sekaligus pengembangan bakat/karakter untuk para pelajar. Kedua adalah T4T (Training For Trainers) yang mencetak agen-agen perubahan yang siap menjangkau lingkungannya.

Benny
Pattinasarany merupakan salah satu speaker dalam IMAGO Creative Conference 2015. Mengusung tema 'The Next Wave: Raising Up The Digital Generation', konferensi ini akan digelar pada 11 September 2015 di Central Park Jakarta. Hanya dengan biaya investasi sebesar IDR 450.000, Anda bisa menerima hand out, mendengarkan langsung pembicara-pembicara kompeten, makan siang, dan bebas memilih tiga dari enam kelas yang ditawarkan di sesi creative class.

Untuk pendaftaran maupun hal-hal lain yang ingin diketahui, silahkan mengunjungi micro site IMAGO Creative Conference 2015  http://www.imagoplanet.com

Sumber : Berbagai sumber by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami