Belakangan beredar laporan yang mengklaim bahwa megachurch Hillsong menunjuk pasangan gay sebagai pemimpin paduan suara Hillsong di New York. Informasi ini sempat memicu kontroversi dan 'menyerang' gereja.
Menanggapi hal ini, Pastor Senior Brian Houston mempertegas posisi gereja yang berbasis di Sidney, Australia tersebut terhadap pernikahan sesama jenis. Klarifikasi ini disampaikannya dalam website Hillsong, Selasa kemarin (4/8).
"Posisi Hillsong tentang homoseksualitas dan pernikahan gay tidak berubah dan konsisten dengan Alkitab. Seperti yang telahdinyatakan sebelumnya, saya percaya tulisan-tulisan Paulus mengenai hal ini,” tulis Pastor Houston.
Meskipun begitu, dirinya tidak menampik informasi yang beredar. “Beberapa bulan yang lalu, salah satu direktur paduan suara kami memang membuat pernyataan publik tak terduga tentang pertunangannya dengan seorang pria yang juga anggota paduan suara. Hal ini adalah juga 'kejutan' yang lengkap untuk pihak kami,” terangnya.
Selanjutnya, Pastor senior ini juga mengklarifikasi posisi gereja dalam menanggapi isu tersebut. “Sepengetahuan saya, sejak pernyataan publik tersebut muncul, keduanya tidak lagi terlibat dalam kepemimpinan atau pelayanan di gereja,” jelasnya.
Dalam pernyataannya, Pastor Houston juga mengungkapkan bahwa gereja Hillsong siap menyambut semua orang, terlepas dari dia gay atau tidak. Namun, hal ini bukan berarti pihaknya mendukung gaya hidup homoseksual. Dia tetap percaya pada Firman Tuhan yang dengan jelas menyatakan bahwa pernikahan adalah ikatan suci antara seorang pria dan seorang wanita.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”