Secangkir Coklat Panas
Sumber: Pixabay.com

Kata Alkitab / 21 July 2015

Kalangan Sendiri

Secangkir Coklat Panas

Lori Official Writer
7196
Sekelompok alumni yang sudah mapan dalam karir, sedang berbincang-bincang pada saat reuni. Lalu teringat dengan mantan dosen mereka yang telah pensiun serta bersepakat pergi mengunjunginya bersama-sama.

Saat berkunjung, mereka berbicara tentang berbagai hal. Tanpa disadari perbincangan itu berubah menjadi keluhan, stres dan masalah pekerjaan. Sebagai tuan rumah, sang mantan dosen pergi ke dapur untuk menyajikan coklat panas kepada murid-muridnya itu. Ia pun mengaduk coklat panas  dalam wadah yang berbeda-beda. Ada yang diaduk dalam teko besar, ada dalam cangkir porselen, gelas, kristal. Bahkan beberapa diantaranya hanyalah cangkir yang sangat sederhana. Ada beberapa yang mahal dan cantik.

Sang dosen lalu mengajak mereka untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut. Segera masing-masing dari mereka mulai memegang secangkir coklat panas yang mereka pilih di tangan mereka. Kemudian sang dosen berkata: “Lihatlah semua cangkir yang bagus, dan mahal, semuanya telah diambil, yang tertinggal hanyalah yang biasa dan yang murah”.  

“Adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi kalian semua, itu adalah sumber dari masalah dan stres kalian. Cangkir yang kalian minum tidak menambahkan kualitas dari coklat panas tersebut”.

“Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya; tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik. Kemudian kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir masing-masing”.

Ia sejenak berhenti. Kemudian melanjutkan kembali ucapannya. “Sekarang pikirkan ini: Kehidupan adalah coklat panas; pekerjaan, uang dan kedudukan di masyarakat adalah cangkirnya. Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan. Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki. Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya”.

Kisah secangkir coklat ini mengajarkan kepada kita tentang makna kebahagiaan dalam hidup. Bahwa saat manusia tidak memiliki semua yang terbaik, maka mereka hanya perlu berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki untuk merasakan kebahagiaan. Manusia diajak untuk tetap bersyukur atas segala hal yang dimilikinya.

Sumber : berbagai sumber/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?