Sebagai kaum berbeda agama, Ahok mengaku tidak terganggu dengan suara tersebut. “Saya dari kecil sudah sering dengar (kaset pengajian), kan dari kecil tinggal di kota 93 persen warganya Muslim. Nikmati saja ya, saya sih dengarin syairnya,” terang Ahok, seperti dikutip Tribunnews.com, Selasa (9/6).
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan perlunya kontrol penggunaan pengeras suara masjid. Pasalnya penggunaan secara berlebihan di hari subuh dan malam hanya akan mengganggu masyarakat yang sedang beristirahat. Himbauan itu bahkan merupakan bentuk tindak lanjut JK terkait banyaknya keluhan dari masyarakat. “Protes itu justru datangnya dari masyarakat muslim sendiri,” kata JK.
Himbauan itu pun diharap dapat dinilai secara positif dan diproses dengan baik oleh para pengelola masjid di Indonesia. Setidaknya dapat mengurangi intensitas pemasangan kaset-kaset pengajian untuk mengurangi potensi polusi suara. Termasuk pula untuk menjaga toleransi antarumat beragam di Indonesia.
Sumber : Tribunnews.com/Liputan6.com/lsIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”