7 Trik Membantu Anak Bersosialisasi

7 Trik Membantu Anak Bersosialisasi

Theresia Karo Karo Official Writer
3966
Orang tua mana yang tidak sedih bila melihat anaknya cukup sulit dalam bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya? Saat diperhatikan, terkadang si kecil lebih memilih untuk menjauhkan diri dan hanya mengamati dari jauh saat teman-teman sebayanya bermain dan berkumpul.

Menurut Hedwig Emiliana Tulus, seorang Psikolog dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, terdapat dua penyebab anak sulit memulai pertemanan dengan sebayanya. Penyebabnya adalah karena pada dasarnya anak malu atau karena anak tidak punya bekal cukup mengenai aturan bersosialisasi. Sehingga si kecil sulit untuk memiliki teman. Bila situasi ini dibiarkan, kedepannya anak berpotensi berbenturan dengan lingkungan sosialnya.

Sebagai orang tua, kita dapat membantunya secara bertahap dengan tetap memberikan kesempatan pada anak untuk merasakan pengalaman sosial yang positif. Berikut ulasannya:

  1. Undanglah satu atau dua anak ke rumah anda. Akan lebih baik bila anda mengajak anak yang dikenal si kecil dan seumuran. Sebab menurut Dale Walker, Professor perkembangan anak dari University of Kansas, Amerika, anak yang lebih tua kemungkinan punya inisiatif lebih besar.
  2. Mulailah dengan waktu yang singkat. Usahakan pertemuan dilakukan sekitar satu hingga dua jam.
  3. Akan lebih baik bila orang tua merencanakan aktifitas atau permainan yang sesuai dengan usia mereka. Sehingga perhatian akan cepat teralihkan dan mengurangi rasa canggung dengan teman barunya.
  4. Disarankan agar orang tua tidak langsung meninggalkan anak dengan teman barunya berdua saja. Anggaplah orang tua sebagai penengah, sehingga ini akan sedikit mengurangi rasa ketidaknyamanan si kecil.
  5. Ajarkan anak mengenai keterampilan dalam pertemanan. Apa yang tidak boleh, dan boleh dilakukan kepada teman. Mengajarkan anak bagaimana menjadi teman yang baik dengan hal berbagi, mengasihi, dan semacamnya.
  6.  Ketika respon anak terlihat, anda dapat mulai mengatur pertemuan dengan jadwal rutin, sehingga anak semakin terbiasa. Pada saat anak sudah merasa nyaman, ajaklah si kecil untuk sesekali mengunjungi rumah temannya.
  7. Dari sini ayah atau ibu dapat mengajak si kecil untuk bergabung dalam kelompok baru. Sehingga si kecil dapat bertemu orang baru dengan beragam latar belakang yang berbeda. Selain itu dirinya juga akan mengeksplor pengalaman baru dan keterampilan baru dalam pertemanan
Sumber : Ayahbunda/Keluarga.com by tk

Ikuti Kami