4 Tips Mengajar Anak untuk Bersyukur
Sumber: Google

Parenting / 30 December 2015

Kalangan Sendiri

4 Tips Mengajar Anak untuk Bersyukur

Theresia Karo Karo Official Writer
7286
Bila dulu orang tua mengajarkan anak untuk menghabiskan makanan mengatakan, “Habiskan nasinya, pamali buang makanan. Nanti ayamnya mati.” Peringatan ini semacam kepercayaan yang terus berlangsung. Tujuannya adalah agar anak tidak menyisakan makanan.

Bila dahulu perkataan tadi masih mempan, namun sekarang berbeda. Karena sudah jarang orang memelihara ayam, sehingga peringatan itu seakan tidak berarti lagi. Maka orang tua beralih dengan, “Habiskan nasinya, banyak anak di Ethiopia yang mati karena kelaparan.”

Orang tua melakukan hal ini, agar anak dapat belajar bersyukur atas apa yang mereka miliki dan tidak menyia-nyiakannya. Selain ini, masih banyak yang bisa kita ajarkan kepada anak agar mereka mensyukuri apa yang dimiliki. Seperti berikut:

Start dari Mengenal Sifat Anak
Tentu karena pemikiran anak-anak yang sangat sederhana dan belum mengerti kesusahan orang tua dalam memenuhi kebutuhan mereka, sehingga mereka kesulitan dalam menghargai yang dimiliki. Sebagai orang tua kita jangan langsung marah, perlahan ajar anak-anak untuk tidak menyia-nyiakan apa yang dimiliki. Bisa dengan memberi contoh lewat anak yang masih mengalami kekurangan.

Kegiatan Amal
Melibatkan anak dalam kegiatan amal akan menjadi pengalaman baru bagi mereka. Lewat ini kita dapat mengajar anak-anak bersyukur. Contoh di hari raya atau hari besar lainnya, kita dapat membawa anak ke panti asuhan untuk menyumbang makanan dan hadiah lain yang dibutuhkan.
 
Sehingga anak dapat membandingkan kehidupan mereka dengan anak-anak di panti asuhan. Beritahu anak-anak bahwa di rumah yatim segala kebutuhan sangat terbatas, bahkan terkadang kurang. Sehingga anak-anak menyadari, bahwa selain terdapat orang yang lebih kaya dari mereka, ada pula orang yang masih berkekurangan.

Role Model
Cara mengajari anak tentang bersyukur yang paling berpengaruh adalah orang tua yang menjadi teladan. Saat anak-anak melihat bagaimana orang tuanya beramal, hemat, dan bersyukur, maka secara tidak langsung anak-anak akan meniru Anda. Karena orang tua adalah role model bagi anaknya. Tentu teladan lebih berpengaruh dari sekedar kata.

Memberi Pengertian
Tidak terkecuali adalah memberi pengertian kepada anak. Ajarkan anak bahwa untuk membeli barang-barang mewah seperti mainan dan kebutuhan yang tidak terlalu mendesak, orang tua harus bekerja keras. Jelaskan pada anak bagaimana pekerjaan itu membuat orang tuanya merasa lelah. Meskipun lelah, jelaskan juga bahwa orang tua tetap bersyukur karena mereka masih memiliki pekerjaan dan mampu memenuhi kebutuhan anaknya. Sehingga anak dapat mengerti pengorbanan orang tuanya.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.
Sumber : Keluarga/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami