Konsumsi Beras Plastik Sebabkan Penyakit Ini

Konsumsi Beras Plastik Sebabkan Penyakit Ini

Lori Official Writer
3849
Masyarakat masih terus dihantui kekhawatiran terkait peredaran beras plastik. Pasalnya, banyak yang mengakui sulit membedakan beras asli dan plastik karena bentuknya sangat mirip. Selain itu, kekhawatiran lainnya pun muncul lantaran beras bersintesis ini diketahui bisa menyebabkan risiko penyakit berbahaya.

Seperti disampaikan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinis Rumah Sakit Siloam, Jakarta, dr Samuel Oetoro, MS, Sp.GK menyampaikan, mengkonsumsi beras plastik dapat menyebabkan gangguan jangka pendek dan jangka panjang.

Ia menuturkan bahwa dampak jangka pendeknya adalah mengalami diare, mual, muntah, pusing dan kembung. Sedang jangka panjang menyebabkan gagal ginjal dan hati serta kanker. “Kalau kita mengkonsumsi itu setiap hari, plastik kan bahan kimia, artinya tubuh akan sulit mencerna dan metabolisme akan jadi berat. Metabolisme kita kan terjadi di hati, nah kalau kita makan itu setiap hari nanti hati bisa rusak. Gagal hati, kalau sudah gagal hati maka bahaya sekali,” dr Samuel menuturkan.

Kandungan plastik dalam beras juga nantinya akan sulit diserap tubuh sehingga bisa berakibat pada rusaknya ginjal. Sementara zat kimia yang mengandung karsinogen (zat penyebab kanker, red) dalam beras plastik akan memicu tumbuhnya sel-sel kanker dalam tubuh. Seperti halnya mengkonsumsi gorengan yang digoreng dengan campuran minyak dan plastik.  

Bagi yang tak sengaja mengkonsumsi beras plastik dalam jangka pendek, dr Samuel menganjurkan untuk segera meminum banyak air putih. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan racun atau zat kimia yang masuk ke dalam tubuh. Sedang bagi mereka yang sudah mengkonsumsi beras plastik dalam jangka waktu yang lama, jalan satu-satunya hanya dengan menjalani pengobatan saja.

Meski perdagangan beras plastik ini masih marak diperbincangkan, kepada masyarakat dihimbau agar tidak khawatir secara berlebihan. Hanya saja tetap teliti dalam memilih jenis beras yang akan dikonsumsi baik dari ciri maupun lisensinya.

Sumber : Antaranews.com/Kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami