Bedakan Cinta dan Obsesi?

Bedakan Cinta dan Obsesi?

Theresia Karo Karo Official Writer
10566
Bagi mereka yang baru kasmaran, biasanya akan dilanda beberapa sindrom berikut, setiap saat selalu memikirkan Si dia, tidak bisa fokus pada tugas atau pekerjaan, dan ingin selalu bersama. Namun bagaimana bila hal ini berlangsung cukup lama? Masihkah kita akan menyebutnya sebagai cinta, atau justru obsesi?

Tanda-tanda jatuh cinta dan obsesi mungkin terlihat hampir sama. Namun bagi yang berharap untuk hubungan jangka panjang, akan jauh lebih baik bila tidak melibatkan obsesi di dalamnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, obsesi berarti gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sulit untuk dihilangkan. Sedangkan obsesi cinta dimaknai sebagai emosi sesaat dari keinginan untuk memiliki seseorang dengan menggunakan segala cara, dari yang baik hingga yang tidak baik sekalipun.

Tanda-tanda obsesi yang muncul mungkin hampir menyerupai perasaan jatuh cinta. Namun bila diperhatikan lagi, obsesi memunculkan sikap egois dan lebih mementingkan kepuasan sendiri. Selain itu, timbul perasaan cemas dan takut ditinggalkan yang berlebihan. Inilah yang kemudian menyebabkan ketidaknyamanan dalam sebuah hubungan.

Mereka yang diserang rasa takut berlebihan biasanya terlihat dari sikap sangat posesif, membatasi pergaulan, mulai mengatur kehidupan pasangannya, ingin selalu bertemu, dan setiap saat menanyakan keberadaan kekasihnya. Hubungan seperti ini tentu tidak akan bertahan lama. Dan apabila obsesinya sudah terwujud, maka keinginan tadi lama-kelamaan akan memudar karena telah terpuaskan.

Hal yang berbeda ditunjukkan oleh cinta. Karena cinta adalah sebuah perasaan yang sangat sensitif. Meskipun tanda jatuh cinta terlihat hampir sama dengan obsesi, namun cinta lebih mementingkan kebahagiaan pasangan dan tidak egois.

Saat kita benar-benar jatuh cinta pada seseorang, maka kita juga akan siap menerima kekurangan dan kelebihannya, tidak membatasinya, dan memberikan dukungan untuk hal-hal positif yang ingin dilakukan olehnya. Hubungan yang dilandasi perasaan tulus ini, tidak hanya akan membangun hubungan yang erat, termasuk juga membangun karakter keduanya menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena cinta merupakan wujud kasih. Perbedaan antara cinta dan obsesi jelas terlihat dalam 1 Korintus 13:4-6, “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.”

Sumber : Keluarga/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami