Pendeta Japarlin Marbun mengatakan bahwa potensi dari para anggota-anggota di Persekutuan Gereja-gereja Injili Indonesia (PGLII) begitu besar untuk berkontribusi lebih bagi bangsa dan negara. Untuk itu diperlukan kerjasama team daripada bergantung pada seorang pemimpin.
"Superman sudah mati. Yang ada adalah superteam. Ini yang harus kita kondisikan mengingat banyaknya potensi dari anggota-anggota yang perlu dimaksimalkan. Saat ini mungkin tidak berjalan karena tidak ada dirigennya saja. Untuk itu perlu dicari dirigen untuk menjalankan ini semua,” katanya dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Kamis (13/01/2015).
Salah satu tokoh Kristen yang saat ini menjadi calon ketua umum (PGLII) untuk periode 2015-2020 mendatang tersebut melihat perlu untuk melakukan pengkaderan terhadap para anggota agar dimasa depan mereka dapat menjadi pemimpin yang terbekali secara mumpuni. “Kita perlu melakukan kaderisasi bagi para anggota agar mereka jadi pemimpin di masa depan. Sehingga dengan demikian kontribusi mereka akan dirasakan masyarakat dan juga pemerintah.”
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”