Pemimpin Agama Sebut Penganiayaan Kristen Irak Serupa Tindakan Genosida

Pemimpin Agama Sebut Penganiayaan Kristen Irak Serupa Tindakan Genosida

Lori Official Writer
6877

Para pemimpin agama memperingatkan bahwa tindakan penganiayaan yang dilakukan ISIS terhadap Kristen Irak dinilai telah menyerupai tindakan genosida (pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau ras, red). Hal itu terbukti saat ISIS mulai menguasai kota bersejarah Kristen di Qaraqosh dan memaksa puluhan ribu penduduk Irak, baik pria, wanita dan anak-anak untuk meninggalkan wilayah tersebut.

“Sekarang kami menganggap (tindakan) itu genosida. Mereka membunuh orang-orang kami atas nama Allah dan memberitahu orang-orang bahwa siapa pun yang membunuh orang Kristen akan langsung ke surga: itulah pesan mereka. Mereka telah membakar buku-buku yang sangat tua. Mereka telah merusak salib dan patung perawan suci Maria. Mereka menduduki gereja-gereja kami dan mengubahnya menjadi mesjid,” terang Uskup Agung Athanasius Toma Dawod dari Gereja Syriac Orthodox, seperti dikutip dari Theguardian.com, Sabtu (9/8).

Pernyataan Dawod itu pun mendapat respon dari Pemimpin Irak yang berbasis di Gereja Katolik Chaldean, Patriark Louis Sako. Ia pun meminta agar Uni Eropa dan PBB segera menyalurkan bantuan setelah kelompok ISIS melakukan serangan mortir ke kota Niniweh yang memaksa ratusan ribu orang Kristen harus meninggalkan kediamannya.

“(Tindakan) pemaksaan itu, nyata melalui crucis; orang-orang Kristen berjalan kaki di musim panas Irak menuju kota-kota Kurdi Irbil, Duhok dan Soulaymiyia, di antara mereka terdapat orang sakit, orang tua, bayi dan ibu hamil. Mereka menghadapi bencana kemanusiaan dan risiko dari genosida,” terang Sako.

Dukungan juga disampaikan oleh Uskup Agung Canterbury, Justin Welby yang meminta pemerintah Inggris untuk bekerja sama dengan negara-negara Eropa lainnya menyalurkan bantuan guna menghentikan penganiayaan terhadap kaum minoritas.

“Ini sangat penting bahwa upaya bantuan sangat mendukung dan bagi mereka yang mengungsi mendapatkan keselamatan. Saya percaya, bahwa seperti Perancis, pintu Inggris harus terbuka bagi kaum pengungsi, sebab mereka telah melewati sejarah panjang”.

Sejumlah pejabat negara juga turut menyerukan bantuan terhadap para pengungsi Irak. Seperti tindakan Saleh Mohamed, Co-presiden Partai Uni Demokrat London yang menyerukan dukungan dari siapa saja yang mampu membantu.

Saat ini, para pengungsi Irak telah mendapatkan bala bantuan dari pasukan keamanan Kurdi Irak dengan membuka jalan di pegunungan Sinjar. “Saya dapat membenarkan bahwa kami berhasil mencapai pegunungan dan membuka jalan bagi para pengungsi,” kata Halgort Hikmet, juru bicara militer Kurdi, seperti dilansir Aljazeera.

Kebrutalan tindakan ISIS terhadap kaum minoritas di Irak mengundang kecaman dari dunia Internasional. Seruan doa dari berbagai negara juga turut dipanjatkan demi keselamatan para korban konflik di Irak.

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

Amelia, Gadis Buta yang Diperkosa Ayah Tiri

ISIS Sudah Kuasai Kota Kristen Terbesar Irak

Inilah 8 Museum Alkitab Unik Amerika (2)

Jurus Jitu Merekatkan Hubungan Dengan Anak, Ikuti Event Ini!

Lahirnya Generasi Berbagi

Sumber : Theguardian.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami