Cepatnya Waktu Bergulir

Cepatnya Waktu Bergulir

Budhi Marpaung Official Writer
      5804
Show English Version

Mazmur 90:12

Ajar kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga kami beroleh hati yang bijaksana

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]amsal9[/kitab]; [kitab]yohan19[/kitab]; [kitab]kidun1-3[/kitab]

Betapa cepatnya waktu bergulir. Dari hari ke minggu, dari bulan ke tahun, seolah hanya sekejepan mata. Rasanya baru saja kemarin saya kuliah di Bandung. Masih terbayang suasana kampus dulu, teman-teman seangkatan, dan para dosen. Tidak terasa itu sudah lebih dari 6 tahun berlalu. Rasanya baru kemarin Rio, sepupu saya, bermain dengan saya dan saudara di rumah. Namun, kini saya justru melihat bahwa ia sebentar lagi menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Benar-benar serasa baru sekejap.

Musa juga merasakan hal serupa. Dalam mazmurnya ia berkata, “Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu” ([kitab]mazmu90:4-6[/kitab]). Ya, betapa singkat dan cepatnya waktu yang kita miliki di dunia ini.

Oleh sebab itu, mari lakukan tiga hal ini di dalam waktu yang kita miliki. Pertama, jangan menunda-nunda apa yang bisa dikerjakan sekarang – melayani Tuhan, berkarya bagi sesama, serta menyatakan kasih sayang kepada orang-orang terdekat. Sebab, akan ada masanya, kita tidak memiliki waktu tersebut.

Kedua, jangan membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak berguna, lebih-lebih untuk hal yang merugikan. Sebab, menyesal kemudian, tiada guna. Ketiga, nikmati dan hargai waktu yang ada sekarang sebaik-baiknya. Sebab pada saatnya, “sekarang” akan menjadi “masa lalu” – AYA

Jangan pernah menukar waktu dengan sesuatu yang yang tidak berharga karena ketika sudah lewat, itu tidak akan dapat diulang kembali.

Ikuti Kami