3 Cara Agar Cinta dan Seks Jalan Beriringan

3 Cara Agar Cinta dan Seks Jalan Beriringan

Budhi Marpaung Official Writer
9217

Memang sangat kerdil pemikiran orang-orang yang memahami cinta sebatas hubungan badan (seks). Namun itu bukan berarti cinta dan seks adalah dua hal yang berlawanan.

Allah memberi nafsu seksual kepada manusia agar manusia dapat saling terhubung erat antara satu dan lainnya. Juga tentu supaya manusia bisa menghasilkan keturunan. Oleh sebabnya, hubungan badan harus dilakukan dalam ikatan sah yakni pernikahan.

Pertanyaanya, bagaimanakah membuat kehidupan cinta dan seks itu sama-sama bergairah di dalam kehidupan rumah tangga Anda? Berikut caranya:  

1. Lakukan seks dengan perasaan

Laki-laki adalah makhluk yang lebih mudah terangsang. Meskipun di saat pagi ia marah terhadap istrinya, tetapi jika di malam hari ia melihat istrinya ganti baju, rasa dongkolnya bisa hilang dan niat bercumbu naik. Sementara perempuan adalah makhluk yang kuat perasaannya. Ia hanya bisa terangsang jika perasaannya dilibatkan.

Oleh sebab itu sangat disarankan untuk suami (laki-laki) agar mendatangi istrinya tidak cuma membawa nafsu, tetapi juga perasaan cinta. Sebab, dengan begitulah Anda berdua bakal terkoneksi dengan baik dan hubungan seks Anda dan pasangan hidup Anda tersebut menjadi membara.

2. Lakukan foreplay sebelum berhubungan seks

Harus diakui ada beberapa laki-laki yang sebenarnya memiliki perasaan cinta kepada istrinya, tetapi pada saat melakukan hubungan badan, ia hanya tahu penetrasi. Padahal dalam kegiatan seks, ada dikenal namanya foreplay (pemanasan sebelum penetrasi).

Hal ini mengapa harus dilakukan? Supaya perempuan tidak merasa tubuhnya hanya dimanfaatkan oleh laki-laki. Ingat dalam poin pertama, kaum hawa adalah kelompok makhluk hidup yang lebih kuat perasaanya. Jadi gunakan pendekatan foreplay ketika sedang ingin bercumbu.

Sentuhlah pipi atau pegang tangannya dengan penuh kelembutan dan katakan kata-kata romantis kepadanya. Biarkan itu berjalan sebab pada waktunya berahi pasangan Anda dan Anda akan naik dan “pertempuran” siap dilakukan.  

3. Lakukan seks sampai kedua belah pihak merasakan kepuasan

Klimaks bukanlah hanya milik kaum suami (laki-laki), tetapi juga istri (perempuan). Oleh sebabnya, kedua belah pihak harus saling bekerja sama agar sama-sama mencapai kepuasan di akhir penetrasi.

Ketika ini terjadi, istri tidak akan beranggapan bahwa suami (laki-laki) adalah orang egois, tetapi benar mencintai dia. Begitu pun sebaliknya.

Jangan termakan pandangan duniawi yang berkata bahwa cinta tidak ada urusannya dengan seks. Begitu pun sebaliknya. Selama Anda dan pasangan memiliki kemampuan untuk melaksanakannya, lakukanlah karena itulah yang Allah ingin lihat dalam kehidupan rumah tangga anak-anak-Nya yang ada di muka bumi ini.  


Baca juga :

Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan

Redam Amarah Dengan Minum Air Putih

Piala Dunia 2014 : Profil Timnas Italia

Cinta itu Memaafkan

Kopdar Perdana Seru Awal 2014

Join IMAGO Festival 2014  

Sumber : diadaptasi dari buku 'Pernikahan' karya Ir. Jarot Wijanarko / bm
Halaman :
1

Ikuti Kami