The Giver, Kehidupan dengan Sistem Ciptaan Manusia

Film Review / 8 October 2014

The Giver, Kehidupan dengan Sistem Ciptaan Manusia
Sumber: google.com
Lois Official Writer
3688
Di masa depan, manusia yang hanya tinggal segelintir menciptakan dunia baru yang sempurna. Di dalam dunia ini, semuanya terasa tenang dan damai. Di dalam dunia ini, setiap orang sudah mempunyai tugasnya masing-masing. Tidak ada sesuatu yang ekstrem terjadi, karena mereka punya sistem yang sama. Ada Elders yang akan mengatur dengan siapa menikah, apa tugas yang akan didapatkan, siapa yang akan menjadi anak pun diatur. Elders ini dipimpin oleh seorang kepala (Meryl Streep).

Sewaktu kecil, mereka diajarkan tata cara, sopan santun, dan kebiasaan yang berlaku. Begitu juga yang diajarkan kepada Jonas (Brenton Thwaites) pemuda berusia 18 tahun, yang kemudian terpilih menjadi 'Receiver of Memories'. Saat dia mulai menerima tugasnya, dia mulai merasa bahwa semua memori yang dia terima begitu luar biasa jika dibandingkan dengan kehidupan dunianya sekarang.

Dia bisa melihat cinta, warna, dan kesenangan yang begitu nyata yang tidak ada di dalam dunianya. Semua itu dia dapatkan dari The Giver (Jeff Bridges). Di situlah dia mengerti apa artinya cinta, terutama saat dia menyadari bahwa dia ternyata mencintai teman masa kecilnya, Fiona (Odeya Rush). Diapun bergelut dengan kehidupan keluarganya yang nampaknya baik-baik saja namun membuatnya merasa tak nyaman dimana ibunya (Katie Holmes) yang terlalu mengikuti aturan dan ayahnya (Alexander Skarsgard) melakukan perbuatan keji tanpa tahu apa artinya.

Di sisi lain, Jonas pun belajar tentang kesedihan, penderitaan, dan kejahatan manusia yang tidak ada di dunianya yang sekarang. Kedua sisi yang sangat bertentangan ini membuatnya berada dalam situasi sulit antara kehidupannya saat ini dan masa depan yang ingin dijalaninya. Mengerti juga apa artinya kehilangan karena melihat bagaimana The Giver kehilangan anaknya, Rosemary (Taylor Swift).

Diangkat dari buku Lois Lowry dengan judul yang sama, The Giver mampu memberikan nuansa alam yang berbeda dan membuat kita menyadari akan emosi dan perasaan dalam diri manusia. Apakah akan berakhir baik atau buruk, sebenarnya manusia sendiri yang menentukannya. Film yang berdurasi 97 menit ini layak Anda tonton.
Sumber : jawaban.com by lois ho
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?