Ekstremisme Meningkat, Pemimpin Kristen Malaysia Usung Pesan Toleransi

Ekstremisme Meningkat, Pemimpin Kristen Malaysia Usung Pesan Toleransi

Theresia Karo Karo Official Writer
5075

Tentu kita masih mengingat insiden penyitaan ratusan Alkitab dari Lembaga Alkitab Malaysia (Bible Society of Malaysia) di Selangor. Hal ini dipicu dari kontroversi penggunaan kata “Allah” yang telah berlangsung selama beberapa tahun belakangan. Pada tahun 2009, Kementerian Dalam Negeri mengancam akan memaksa membredel sebuah surat kabar Katolik bila tetap menggunakan kata “Allah”.

Saat ini The Christian Federation of Malaysia (CFM) mengungkapkan ada peningkatan ekstremisme etnis dan agama yang memanas akibat kebohongan dan pidato provokatif yang merusak kehidupan bermasyarakat. Hal ini kemudian mendorong para pemimpin Kristen di Malaysia untuk menyampaikan pesan yang mengajak masyarakat untuk lebih toleran dan peduli.

Pesan yang berjudul, ‘Kami terus berharap’ ini ditandatangani oleh Uskup Emeritus Antony Selvanayagam dari Penang, Pendeta Dr Eu Hong Seng, Uskup Agung Anglikan Datuk Bolly Lapok dan Pendeta Datuk Jerry Dusing. “Kami mengajak rekan-rekan kami warga Malaysia untuk mendukung gerakan kelompok-kelompok yang berusaha untuk mempersatukan kita sebagai warga Malaysia untuk hidup dalam damai dan harmoni satu sama lain,” ungkap para pemimpin agama Kristen di Malaysia.

Menurut CFM, sebagai bangsa bersatu; Malaysia harus menahan dan menentang kekuatan destruktif dengan meningkatkan moral untuk membawa keyakinan seseorang dan melawan kekuatan yang berpotensi menyebabkan kehancuran, kebencian dan kekerasan.

“Kami percaya bahwa semua orang Malaysia benar-benar memiliki keprihatinan. Mengingat banyaknya tantangan yang kita hadapi saat ini, dan diperparah oleh pernyataan sensitif dan tidak logis oleh beberapa anggota pemerintah dan partai politik serta  mengatur kebijakan ekonomi yang hanya menambah beban biaya hidup, tidak mengherankan bahwa banyak orang telah menjadi pesimisme dan sinisme.”

Dalam sidang banding di pengadilan, telah dikeluarkan hasil bahwa non-Muslim dilarang menggunakan kata “Allah”. Saat ini di Malaysia jumlah umat Kristiani sebesar sembilan persen dari 28 juta populasi penduduk.

 

Baca Juga:

Otak Dapat Picu Ketagihan Makanan Sehat?

"Felix Culpa" Teguran dari Kings Kaleidoscope

The Born Identity

Bagi Rio Prabowo, Narkoba Adalah Pasangan Sejati

Mempersiapkan Calon Pemimpin

Sumber : Christianpost/Ucanews.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami