Dewan Gereja Dunia Soroti Ketegangan Rasial di AS

Internasional / 28 August 2014

Dewan Gereja Dunia Soroti Ketegangan Rasial di AS
Sumber: Foto: AP
Theresia Karo Karo Official Writer
6918

Ketegangan rasial di Ferguson, Missouri Amerika Serikat terjadi karena pembunuhan tragis oleh seorang polisi terhadap Michael Brown (18) seorang remaja tak bersenjata keturunan Afrika-Amerika.

Menanggapi hal ini, Dewan Gereja Dunia (WCC) mengupayakan gereja-gereja, komunitas agama, mitra ekumenis, dan antar agama dan organisasi masyarakat sipil untuk menyerukan doa. Selain itu mengimbau untuk melakukan protes dengan damai lewat dialog terbuka dan jujur menyangkut rasisme dan isu ketidak-setaraan

Jim Winkler, Presiden dan Sekretaris umum WCC di AS mengemukakan penting untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden penembakan tersebut. “Pembunuhan-pembunuhan ini, serta orang-orang dari ratusan orang Amerika lainnya setiap tahun mengalami peningkatan kejahatan yang dilakukan oleh pasukan polisi militer.”

Menurutnya, masyarakat yang sehat dan damai membutuhkan kepercayaan dan hubungan positif antara warga dan penegakan hukum. Terutama setelah terjadi insiden ini yang memicu masalah sosial ini. Sehingga perlu melakukan pemeriksaaan yang jujur dan perombakan terkait kebijakan dan praktik kepolisian.

Insiden ini juga turut menjadi sorotan Pendeta Mark DeYmas dari Gereja Mosaic di Little Rock, Arkansas. Dirinya mengungkapkan bahwa rasisme sebenarnya adalah masalah spiritual. “Satu-satunya cara untuk membentuk hubungan yang bermakna adalah melalui gereja lokal.”

Dirinya prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Fergusson, yang berbuntut pada ketegangan rasial dan perselisihan. “Kita harus membangun kepercayaan lintas budaya. Masalah anda menjadi masalah saya, masalah saya menjadi masalah anda. Ketika seseorang menyakiti, maka kita semua terluka. Inilah yang diungkapkan Alkitab.”

Hampir setiap hari, selalu ada berita yang mengulas mengenai konflik di berbagai belahan dunia. Hal ini kemudian menjadi ancaman bagi perdamaian. Sebenarnya semuanya sama di mata Tuhan, andaikan semua manusia menyadari hal tersebut maka konflik dapat terhindarkan. Saya, anda,  kita semua berharga di mata Tuhan.

 

Baca Juga:

Merdeka Untuk Bermimpi

Festival Danau Toba Digelar Lima Hari

Joseph "Joger" Sukses dengan Happines Oriented

Siapkah Anda Mendulang Uang dari Youtube?

Bagaimana Hadapi Mertua Yang Lewati Batas

Bukan Hanya Cantik, Suntik Botox Berperan dalam Perawatan Kanker?


Sumber : Christianpost/Satuharapan.com by tk
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?