4 Kondisi Seks yang Berdampak Bagi Kehidupan

4 Kondisi Seks yang Berdampak Bagi Kehidupan

Lori Official Writer
3417

Bagi sebagian pasangan, kebahagiaan pernikahan ditunjang oleh kehidupan seksnya yang seimbang. Tak hanya itu, seks juga sangat penting bagi kesehatan dan kondisi psikologi pasangan yang telah menikah.

 

Namun disamping dampak positif tersebut, masih banyak pula pasangan yang mengalami persoalan dalam kehidupan seksualnya. Tak sedikit pula yang menilai bahwa seks justru menjadi bumerang dalam kehidupannya. Hal ini terjadi bila Anda.

 

Seks menjadi candu (adiksi)

 

Kecanduan seks didefinisikan sebagai perilaku seksual berulang yang memiliki konsekuensi negatif bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan kata lain, para pecandu seks akan terus terlibat dalam perilaku seksual tertentu sehingga berdampak pada kesehatan, masalah keuangan hingga pernikahan yang hancur. Bila hal ini terjadi pada Anda atau pasangan, cobalah membicarakan hal itu secara bersama-sama sehingga Anda dapat mengendalikan dorongan seksual Anda sesuai dengan kesepakatan.

 

Waktu yang tidak tepat

 

Salah satu permasalahan yang kerap terjadi kepada pasangan adalah keinginan bercinta yang berbeda. Secara biologis, waktu bercinta pria dan wanita memang sangat berbeda. Menunjukkan penolakan kepada pasangan bisa saja menimbulkan persoalan baru, sehingga sangat penting bagi Anda untuk dapat menyampaikan penolakan dengan cara yang lebih baik dan tidak menyinggung perasaannya.

 

Waktu tersita untuk kerja (Overworked)

 

Terlalu banyak menghabiskan waktu dengan pekerjaan berangsur-angsur akan memudarkan romatisme hubungan Anda dengan pasangan. Pikiran yang dipenuhi dengan beragam tangung jawab pekerjaan bisa berdampak pada penurunan minat bercinta. Segera atasi kebiasaan ini dengan memanajemen waktu waktu Anda dengan baik, tetap prioritaskan pasangan Anda.

 

Kehilangan hasrat

 

Berhubungan intim mungkin bukan lagi prioritas bagi sebagian pernikahan yang sudah lama berlangsung. Sehingga pasangan tak lagi mengalami kehidupan bercinta seperti masa-masa awal pernikahan. Hal ini mungkin terjadi karena kadar hormon testosteron rendah yang berdampak pada penurunan fungsi seksualnya. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kesehatan tertentu dan membicarakan permasalahan kehidupan seksual Anda.

 

Komunikasi yang dibangun secara terbuka dengan pasangan sangat membantu Anda untuk dapat saling memahami persoalan masing-masing. Sehingga, kondisi di atas dapat di atasi bersama dengan cara yang tepat, tanpa menghancurkan kebahagiaan Anda.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

Amelia, Gadis Buta yang Diperkosa Ayah Tiri

 

ISIS Sudah Kuasai Kota Kristen Terbesar Irak

 

Inilah 8 Museum Alkitab Unik Amerika (2)

 

Jurus Jitu Merekatkan Hubungan Dengan Anak, Ikuti Event Ini!

 

Lahirnya Generasi Berbagi

Sumber : Vemale.com/jawaban.com/ls

Ikuti Kami