Mohammad Zoabi : Saya Seorang Arab Israel, Muslim dan Zionis

Mohammad Zoabi : Saya Seorang Arab Israel, Muslim dan Zionis

Lois Official Writer
7864

Saat dunia melihat Palestina – Israel gencar melakukan balasan, seorang pemuda berdarah Arab, beragama Muslim, tapi lahir di Israel sehingga disebut Zionis mengisahkan pendapatnya. Mohammad Zoabi pun banyak mengemukakan pendapatnya melalui Facebook miliknya dan juga Youtube. Ini kesaksiannya :

Pemuda berusia 16 tahun ini menyatakan bahwa dia seorang Israel, meskipun dia keturunan Arab dan beragama Muslim. Demokrasi dia pelajari dari sang ibu, yang harus menjadi single parent dan berjuang untuk diterima masyarakat. “Kita semua sama, berasal dari satu sumber, kita seorang manusia dan mempunyai pikiran di dalam otak kita.” Itulah salah satu ajaran sang ibu.

“Di Israel, kita tinggal dalam kebebasan. Tidak ada yang bisa mengambilnya, itulah hal spesial dari Israel. Masyarakat di Suriah, Mesir, Libanon, Yordania, dan para negara tetangga lainnya ingin bebas. Jika begitu, Anda harus datang ke Israel.” ujar Mohammad.

Sayangnya, menurut Mohammad, di dalam lingkungannya, dia sering diserang dan dipanggil Yahudi. “Mereka memanggil orang Yahudi seperti sebuah penghinaan. Saya tak mengerti, (padahal) orang Yahudi menderita paling banyak. Saat holocaust, saat di Roma, dan beberapa peristiwa lainnya.”

Karena itu, Mohammad menyatakan akan berjuang dengan masyarakat Yahudi sampai akhir hidupnya. “Bukan karena saya pengkhianat, saya bangga jadi Arab tapi karena saya orang Arab Israel, seorang Muslim dan seorang Zionis.”

Mohammad juga menyaksikan bahwa setiap tentara di perbatasan, menganggap semua sama. “Orang-orang Israel juga tinggal bersama. Saya belajar di sekolah Yahudi, saya pergi bermain dengan teman-teman Yahudi, ibu saya bekerja di pemerintahan bagian transportasi, kami tinggal bersama.”

Mohammad pun memberikan undangan untuk datang ke Israel dan melihat sendiri bagaimana orang Yahudi dan Arab bersatu. “Jika ingin lihat, datang saja satu hari. Datanglah ke Tel Aviv, ke Yerusalem, datanglah ke Nazaret dan kamu akan melihat bagaimana orang-orang tinggal. Kami senang lahir di negara yang demokratis seperti Israel.”

Lebih jelas lagi, Mohammad mengemukakan bahwa meskipun dunia melihat Israel bermusuhan dengan Suriah, namun buktinya pengungsi Suriah banyak yang datang ke Israel dan diterima. Bahkan Perdana Menteri Israel mengunjungi mereka. Karena itu, Mohammad menganggap orang Arab di Israel bisa banyak berkontribusi seperti menjadi tentara, melayani masyarakat, dan hal lainnya yang membuat mereka merasa bahwa Israel adalah rumah mereka.

Bagi seorang Mohammad, dia menganggap orang Israel adalah saudaranya. Remaja ini menuturkan secara tidak langsung bahwa hidup bertetangga antar negara dengan berbagai latar belakang yang berbeda, haruslah dilakukan dengan damai dan demokrasi.

 

Baca juga :

Kontes Foto dan Artikel, Gabung Di Sini

The Fault In Our Stars - Kisah Cinta Remaja Penderita Kanker

Daripada Taruhan, Lebih Baik Lakukan Ini

Langkah Mudah Sinkronisasi Data ke Smartphone Baru

Sumber : youtube.com by lois ho/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami