Ayah yang Mendidik dan Mendisiplin_2

Pelayanan Anak / 16 June 2014

Kalangan Sendiri
Ayah yang Mendidik dan Mendisiplin_2
Hevi Teri Official Writer
1462

 

Hal pertama tentang diri saya yang berpotensi membangkitkan kemarahan pada anak adalah SAYA TIDAK SUKA BERBASA-BASI. Sewaktu saya menegur anak, yang keluar dari mulut adalah perkataan yang bersifat rasional. Saya menyampaikan apa yang saya lihat sekaligus teguran kepadanya—apa yang seharusnya ia perbuat. Tidak ada kata pembukaan dan tidak ada kata penutup. Semua tertuju langsung pada isi.

Hal kedua tentang diri saya yang berpotensi membangkitkan kemarahan pada anak adalah SAYA MENUNGGU TERLALU LAMA UNTUK MENEGUR MEREKA. Pada umumnya saya membiasakan diri untuk tidak langsung menegur anak sampai ia mengulang perbuatannya beberapa kali. Masalahnya adalah, pada waktu saya menyampaikan teguran, adakalanya emosi marah saya sudah menanjak, mengingat ini adalah kesalahan yang sudah terjadi berulang kali. Akibatnya, nada suara saya cenderung meninggi dan kata-kata yang keluar menjadi lebih tegas. Inilah yang melukai hati mereka.

Hal ketiga tentang diri saya yang berpotensi membangkitkan kemarahan pada anak adalah SAYA TERLALU JAUH MELIHAT ATAU MENGANTISIPASI KE DEPAN. Oleh karena saya memikirkan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi bila mereka terus melakukan kesalahan, bobot teguran saya menjadi lebih berat. Sebagai akibatnya mereka merasa bahwa teguran saya terlalu keras dan menyudutkan mereka.

Sebagai kesimpulan, anak melihat saya sebagai dua pribadi. Di satu pihak mereka melihat saya sebagai figur penyayang yang hangat tetapi di pihak lain mereka melihat saya sebagai figur otoritas yang dingin, kedua sosok ini seakan-akan terpisah dan tidak menyatu dalam satu tubuh.

 


by. Pdt. Dr. Paul Gunadi

Sumber : google
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?