MAKNA IBADAH KELUARGA

MAKNA IBADAH KELUARGA

Hevi Teri Official Writer
5043

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]-->

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style> Seorang dekan Fakultas Sosiologi di Universitas Haver, Dr. Pitirin

  Sorokin, menemukan bahwa keharmonisan keluarga berhubungan erat
  dengan ibadah keluarga. Keluarga yang setiap hari mengadakan
  kebaktian doa, persentasi perceraian terjadi hanya 15 dibanding
  1000. Kebaktian keluarga yang sukses memberi sumbangsih yang besar
  terhadap pembinaan hubungan keluarga dan kerohanian anak.
 
  ALASAN UNTUK MENGADAKAN KEBAKTIAN KELUARGA
 
  1. Bimbingan Keluarga  
     Membina kehidupan rohani anak, bukan hanya bersandar pada waktu
     satu minggu sekali di Sekolah Minggu. Pembinaan dalam keluarga
     jauh lebih penting dan berpengaruh ketimbang yang diberikan oleh
     gereja.
 
  2. Tanggung Jawab  
     Alkitab menegaskan tentang tanggung jawab keluarga. Seorang ayah
     sebagai kepala keluarga, harus lebih bertanggung jawab dalam
     mendidik anak. Musa mengajarkan kepada orang Israel, "Apa yang
     kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan,
     haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu
     dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila
     engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau
     mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu
     menjadi lambang di dahimu dan haruslah engkau menuliskannya pada
     tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu" (Ulangan 6:6-9).
     Ayat itu jelas memberitahukan bahwa pendidikan agama merupakan
     tanggung jawab keluarga dan harus dilakukan setiap hari.
 
  3. Pengajaran dari Orangtua  
     Bila orangtua secara serius ingin membekali kehidupan rohani
     anak, haruslah disampaikan secara terencana dan teratur.
     Pelajaran kebenaran harus disusun dengan sistematis, jangan hanya
     asal terima dari pendeta atau guru Sekolah Minggu.
 
  4. Meningkatkan Komunikasi  
     Pada zaman ini, kesibukan dan ketegangan mewarnai kehidupan
     keluarga. Waktu untuk berkumpul dengan seisi rumah sangat sulit
     ditetapkan. Oleh karena itu, ibadah keluarga merupakan jembatan
     untuk menghubungkan seluruh keluarga masuk dalam komunikasi
     rohani.
 
By. Dr. Mary Go Setiawani

Sumber : google
Halaman :
1

Ikuti Kami