Membangun Mezbah Rohani dalam Keluarga

Pelayanan Anak / 16 May 2014

Membangun Mezbah Rohani dalam Keluarga
Sumber: google
Hevi Teri Official Writer
4151

>>> Mengajar dan Mendidik Anak Sejak Dini

Imam Eli dan orangtua Simson gagal, bukan karena tidak mendisiplinkan anak-anak mereka, tapi karena mereka berusaha mengajar mereka ketika sudah terlambat. Mereka gagal memenuhi tanggung jawab mereka untuk mengajar anak-anak mereka ketika masih muda dan masih bisa ditempa. Akibatnya, pada saat anak-anak mereka memasuki kedewasaan dan karakter mereka sudah terbentuk, mereka tidak lagi menganggap serius nasihat-nasihat orangtua mereka.

Timotius adalah pembantu Paulus yang baik. Paulus tahu bahwa iman Timotius dapat dikaitkan dengan ibu dan neneknya.

http://www.jawaban.com/assets/uploads/hevi_teri/images/main/140512105846.jpg

" Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu " (2Tim. 1:5).

Ibu Timotius pasti sudah membangun pendidikan agama yang baik selagi Timotius masih muda - sehingga iman Timotius berakar kuat.

Musa semasa kanak-kanak diasuh oleh ibunya, Yokhebed. Yokhebed menggunakan kesempatan ini untuk mengajar dan mendidik Musa dan membangun imannya. Itulah sebabnya, setelah Musa kembali ke istana untuk dididik dengan segala hikmat orang Mesir, ia tetap dapat memelihara imannya. Ia " menolak disebut anak putri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah daripada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa " (Ibr. 11:24-25).

Setelah Samuel lahir, ia diasuh oleh ibunya, Hana, di rumahnya. Baru setelah disapih , ia meninggalkan orangtuanya (1Sam. 1:23) dan melayani Tuhan di bawah pengawasan Eli. Pendidikan baik yang diterima Samuel pastilah merupakan alasan utama yang melindunginya dari pengaruh jahat anak-anak Eli dan membuatnya tetap dikenan Allah.

" Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu " (Ams. 22:6).

Sewaktu anak-anak masih muda, orangtua harus mulai giat mengajari mereka untuk kenal dan takut akan Allah. Berusaha melakukannya setelah anak-anak beranjak dewasa tidak akan banyak gunanya.

>>>>

by. Gereja Yesus Sejati Indonesia

Sumber : google
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?