Ahok Prihatin Lihat Perilaku Anak-anak Sekarang

Nasional / 5 May 2014

Ahok Prihatin Lihat Perilaku Anak-anak Sekarang

Budhi Marpaung Official Writer
2996

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan keprihatinannya atas insiden meninggalnya seorang siswa SD kelas 5 di kawasan Kampung Makasar, Jakarta Timur, yang disebabkan karena dianiaya oleh kakak kelas. Ia mengaku tidak habis pikir melihat perubahan perilaku anak-anak zaman sekarang yang menjadi begitu mengerikan.

"Jadi saya sangat prihatin sekali, kenapa anak-anak kita (perilakunya) mengerikan. Tidak tahu apakah karena kebanyakan nonton film atau gimana. Ada yang loncat, ada yang ngancam mau bunuh diri segala. Dan hal-hal kayak gini tidak bisa dihindari," ujar Ahok di Balaikota Jakarta, Senin (5/5/2014).

Oleh sebabnya, Ahok memastikan Pemprov DKI Jakarta akan segera menyediakan ruang main untuk anak-anak. "Segera akan dilakukan di kampung-kampung kumuh yang mempunyai tanah agak besar. Idealnya sih luasnya 50-100 meter persegi," ungkapnya. 

Sambil menunggu realisasi taman bermain, Ahok memberikan saran agar para guru di setiap sekolah lebih rajin mengamati anak didiknya. Sebab, dengan terus memperhatikan apa yang sedang terjadi pada siswa, guru bakal dapat mengetahui dan bertindak cepat apabila ia melihat ada perubahan yang kurang baik yang dialami siswa-siswinya.

“Kan tidak semua anak dalam kondisi yang beruntung. Ada yang tidak punya orangtua, ada yang yatim, ada piatu yang orangtuanya kerja di luar negeri. Makanya, apabila masuk ke sekolah, di situlah peran guru. Tapi ini kan bagaimana bisa ada yang nakal, tapi gurunya tidak tahu," tandas Ahok. 

Seperti telah ramai diberitakan, Renggo Khadafi (11), siswa kelas V di Makasar, Jakarta Timur, menghembuskan nafas terakhir setelah korban diduga dianiaya oleh kakak kelasnya, SY. Adapun motif pelaku melakukan tindakan kekerasan adalah karena korban telah menjatuhkan jajanan yang dipegangnya.

Mengingat yang terlibat di dalam kasus penganiayaan yang berbuntut hilangnya nyawa Renggo Khadafi adalah seorang anak di bawah umur maka setiap pihak hendaknya menahan diri dan turut membantu pemerintah memberikan ruang layak untuk anak-anak bermain.

Selain itu, peran orang tua, guru, dan para pemuka maupun penggiat agama sangat diperlukan untuk memasukkan nilai-nilai positif ke dalam diri seorang anak. Berharap dengan usaha-usaha ini, anak akan berperilaku baik bukan hanya di dalam keluarga, tetapi juga di lingkungan pergaulan maupun masyarakat.

 

Baca juga:

Ahok : Jokowi Sudah Bilang Terima Kasih Pada Prabowo

4 Pelajaran Penting Dari Kisah Jalan Ke Emaus

My God / Kau Terhebat

Kopi Darat Forum JC 3 Mei 2014

Sumber : berbagai sumber / budhianto marpaung
Halaman :
1

Ikuti Kami