3 Langkah Mengatasi Diare

3 Langkah Mengatasi Diare

Yenny Kartika Official Writer
3821

Sakit di musim pancaroba umum terjadi, karena manusia mengalami perubahan suhu udara yang mendadak, yakni dari yang sebelumnya panas tiba-tiba menjadi dingin. Perubahan tiba-tiba tersebut menimbulkan ketidaknyamanan pada tubuh. Tubuh menjadi rentan terserang beragam penyakit seperti flu, batuk, masuk angin, gangguan saluran pernapasan, dan diare.

Diare adalah salah satu gangguan pencernaan yang biasa terjadi di musim pancaroba, selain tifus abdominalis. Saat curah hujan tinggi, angin kencang dan banjir bisa menyebabkan debu tersebar di udara dan mencemari makanan dan minuman. Selain itu diare juga bisa disebabkan oleh infeksi ringan di usus akibat serangan amuba, virus, dan bakteri.

Penyakit diare ditandai dengan buang air besar berbentuk encer seperti air yang berlangsung terus-menerus (minimal 3 kali dalam kurun waktu 24 jam). Terkadang diare juga disertai dengan muntah-muntah.

Selama penderita masih bisa minum air atau oralit, hilangnya cairan tubuh bisa diatasi. Namun jika penderita terus muntah dan menolak untuk minum, maka akan terjadilah dehidrasi (kehilangan cairan tubuh berlebihan).

Menurut buku “First Aid, How to Properly Handling First Aid and Emergency” yang ditulis Stanley M. Zildo, diare berkepanjangan dapat berakibat fatal, terutama jika diare dialami oleh anak dan balita. 

Untuk mengatasi diare, menurut Zildo, ada 3 langkah mudah yang bisa dilakukan:

1. Konsumsi banyak air untuk mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang. Minum 60 mililiter air setiap 2 jam sekali.

2. Jika diare berlanjut (1-2 hari) dan penderita mulai jarang buang air kecil, itu merupakan tanda dehidrasi. Segera bawa penderita ke rumah sakit.

3. Hindari mengonsumsi makanan-makanan keras.


BACA JUGA:

VIDEO: Salahkah Selfie di Media Sosial?

4 Kader Golkar Ini Siap Dipinang Jadi Cawapres

Praising God as a Lifestyle

Why Must Look for Another Gods?

Sumber : Berbagai sumber/yk
Halaman :
1

Ikuti Kami