Sepatu Dahlan, Perjuangan Bocah Hadapi Kemiskinan

Film Review / 15 April 2014

Sepatu Dahlan, Perjuangan Bocah Hadapi Kemiskinan
Sumber: google.com
Lois Official Writer
5105

Dahlan Iskan merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari keluarga yang miskin. Karena itu, dia punya prinsip, “Hidup bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya.” Ayah Dahlan bekerja serabutan sedangkan ibunya seorang pembatik di desanya, Kebon Dalem, sebuah kampung yang tentu punya kenangan tersendiri buat Dahlan.

Namun, prinsip itu bukan tanda menyerah, bahkan kemiskinan yang dirasakannya tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap bersekolah meskipun tidak punya alas kaki untuk dipakai. Dia berjalan puluhan kilometer untuk sampai di tempatnya bersekolah, sampai kaki melepuh dan lecet.

Dahlan merasa gagal ketika lulus dari Sekolah Rakyat, raportnya menampilkan tiga angka merah. Ayahnya terlihat sangat kecewa. Tapi, nasihat ibunya selalu terngiang, “Tapi dimanapun sekolahnya, yang penting niat belajarnya.”

Sewaktu SMP, Dahlan mulai aktif dalam organisasi dan kegiatan sekolah. Dia pun terpilih sebagai kapten tim bola voli MTs Takeran. Kegiatan itu dilakukannya tanpa sepatu. Saat mengikuti perlombaan bola voli di tingkat Kabupaten Magetan, keinginannya untuk memiliki sepatu makin besar.

Di saat yang sama, ibunya juga jatuh sakit akibat bekerja terlalu keras. Dahlan harus berjuang untuk menghadapi kemiskinan, menjaga adiknya, dan terus mengejar mimpinya. Namun, pada akhirnya bagaimana dia menyikapi keterbatasan itu membuat dia berhasil meraih mimpinya.

 

Baca juga :

Main Game Online yang Murah? Ini Cara Menyiasatinya

Tanda Anda Hanya Dijadikan Pelarian

Captain America VS The Winter Soldier

Miskin Ga Boleh Sakit? Siapa Bilang? Ada BPJS Kok

Berbagai Fungsi Menurun, Lansia Tetap Bisa Sehat Bahagia

Sumber : 21cineplex.com by lois ho/jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?