Dalam tiga tahun terakhir, Jawa Barat selalu menduduki peringkat pertama mengenai daerah dimana tindakan intoleransi beragama terjadi. Bekasi menjadi salah satu dari sebagian daerah yang mempunyai problem yang sama. Salah satu solusi untuk menyelesaikan tindak intoleransi ini adalah harus dicari terlebih dahulu benang merahnya.
Hal itu dikatakan Agus Rihat Manalu dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kasih Indonesia. Menurutnya tindak intoleransi di kota yang menjadi penyangga ibukota jelas sangat disayangkan.
“Hak bagi warga negara untuk melaksanakan keyakinannya. Bekasi ini sebagai kota besar, penyangga ibukota. Tapi ternyata memang intoleransinya sangat tinggi, terhadap umat Kristen, Hindu, Budha, Ahmadiyah. Ini jelas sangat kita sayangkan,” katanya kepada Jawaban.com, di Bekasi, Selasa (25/2).
Wakil Ketua DPC Partai Hanura yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerakan Muda Hati Nurani Rakyat (Gema Hanura) ini melihat bahwa intoleransi terjadi karena pemerintah sangat lemah dalam menegakkan hukum, sehingga kasus seperti ini berulang kali terjadi.
“Harus kita cari benang merahnya. Apakah ini sebagai dagelan politik atau kultur masyarakatnya. Kita harus lebih peka terhadap hal ini. Yang kasat mata adalah good will government-nya yang belum terlihat untuk penegakan hukum ini,” pungkasnya.
Sumber : Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!