Kristiadi : Godaan Kekuasaan Tak Bisa Dilawan dengan Hanya Ayat Kitab Suci

Kristiadi : Godaan Kekuasaan Tak Bisa Dilawan dengan Hanya Ayat Kitab Suci

Lois Official Writer
3562

Menjadi salah satu pembicara pada Seminar Pertemuan Dengan 500 Sinode Gereja se-Jabodetabek dengan tema “Mengusahakan Kesejahteraan Bangsa”, J.Kristiadi sebagai pengamat politik dari CSIS (Centre for Strategic and International Studies) mengungkapkan bahwa ada tiga persoalan yang sedang dihadapi Indonesia, yang paling sulit diatasi adalah godaan kekuasaan.

“Yang pertama, yang saya sebut banalisasi kejahatan yang luar biasa,” ujar Kristiadi di Auditorium MNC pada Selasa (25/2/2014). “(Artinya) orang yang berbuat jahat sudah dianggap biasa,” katanya lagi. Menurutnya salah satu bentuk banalisasi yaitu memanipulasi uang rakyat untuk mensejahterahkan kepentingan pribadi oknum. Korupsi pun sudah dianggap biasa, kata Kristiadi lagi.

Persoalan kedua yang sedang dihadapi menurut Kristiadi yaitu tidak adanya niat baik dari para pemimpin. Hal ini menurutnya karena 90% dari DPR yang gagal di fungsi utama diangkat lagi DPD menjadi wakil rakyat tapi kemudian tak datang menunaikan tugas. “Terus omongan-omongan lu yang dirumuskan dan dianggap bayangan. Gelembung-gelembung yang tidak akan pernah jadi kenyataan,” jelasnya.

“Yang ketiga, yang luar biasa, dimana saya juga harus mengingatkan para penguasa,” ujar Kristiadi. “Godaan kenikmatan kekuasaan. Dan itu tidak bisa dilawan dengan hanya mengutip ayat dari kitab suci,”lanjutnya.

Contoh sederhana yang dikemukakan Kristiadi adalah merokok. Ancaman yang dikeluarkan pabrik rokok adalah “Merokok Membunuhmu” namun masih banyak yang tetap merokok. Menurutnya, bahkan ancaman kenikmatan kekuasaan jauh lebih nikmat dari nikotin. Uang adalah satu satu faktor utama kenikmatan kekuasaan tersebut.

Jadi menurut Kristiadi, untuk masuk ke ranah politik, alasannya haruslah karena panggilan. Karena orang yang punya panggilan akan terus maju, meski dia gagal sekalipun. Bahkan ketika dia tak berhasil, dia akan wariskan pada anaknya sampai hal itu terwujud. Berpolitiklah karena panggilan, bukan karena haus akan kekuasaan dan kenikmatan yang menyertainya.

 

Baca juga :

Sebelum Menyesal, Ini Untungnya Tetap Perawan

Cara Agar Usus Sehat Selalu

Pengguna Android Harus Waspadai Malware di PlayStore

Ini Petunjuk Anggaran Untuk Oleh-Oleh

Kebaikan Supir Angkot yang Mencerahkan Hari Anda

Sumber : jawaban.com by lois ho

Ikuti Kami