Kisah Nyata Rahul yang Ketagihan Pijat Plus-plus Sejak Remaja

Kisah Nyata Rahul yang Ketagihan Pijat Plus-plus Sejak Remaja

Yenny Kartika Official Writer
178450

Kekuatan cinta berhasil mempersatukan Rahul dan Devina Santi menjadi sepasang suami istri yang bahagia. Padahal, dua orang tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. Devina berasal dari keluarga harmonis, sementara Rahul berasal dari keluarga broken home. Saat keduanya menikah, mereka merasakan rumah tangga yang bahagia. Namun, Rahul masih terikat dengan kebiasan buruk yang dilakoninya sejak remaja.

Jika istrinya sedang pergi ke rumah orangtuanya, Rahul mencuri kesempatan untuk pergi ke bar dan tempat pemijatan plus-plus bersama teman-temannya. Dengan kelihaiannya, Rahul selalu berhasil mengelabui sang istri. Mengapa setelah menikah dengan wanita secantik dan sebaik Devina, Rahul masih bisa main-main perempuan seperti itu? Penyebabnya bisa ditemukan dari masa lalunya.

“Di saat saya umur 13 tahun, saya melihat bapak saya hidup dengan ibu saya, engga harmonis. Bapak saya punya perempuan lain. Bahkan, dia married lagi dengan perempuan lain. Dan saya tidak mendapat kebahagiaan di dalam keluarga saya,” tutur Rahul. Sebagai pelariannya, Rahul pun mencari kebahagiaan dalam pijat plus-plus dan main perempuan.

Kelakuan busuk Rahul mulai tercium oleh Devina, sang istri. Beberapa kali Devina mendapat informasi bahwa suaminya sedang main gila dengan perempuan lain. Bahkan info tersebut menyebutkan secara spesifik nama panti pijatnya dan perempuan nomor berapa yang sedang melayani dia. Devina tidak bisa lagi menahan emosinya.

“Jujur, saya shocked. Kok tega gitu ya? Ibaratnya, saya sebagai istri, saya berusaha jadi istri yang baik. Saya kepikiran, saya udah punya anak. Kalau cerai, saya tahu Tuhan benci perceraian, tapi saya sudah nggak kuat,” kata Devina.

Semakin ditanyai, semakin tak kuasa Rahul untuk berkata jujur. Di hadapan istrinya, Rahul pun mengakui perbuatan bejat yang selama ini disembunyikannya. Rahul pun berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan itu. Sang istri bahkan meminta Rahul untuk membuat perjanjian di dalam Kitab Suci, bahwa dia tidak akan lagi minum minuman keras dan bergaul sembarangan.

“Tapi janji itu semua palsu,” kata Devina. “Dia tetap minum minuman keras selama saya tidak ada. Dia tetap melakukan pijat plus-plus.” 

Kali ini klimaksnya. Devina tak lagi bisa menerima kenyataan bahwa suaminya masih tidak kunjung berubah. Hati Devina terluka saat mendengar pengakuan Rahul untuk yang kesekian kalinya. Keputusan Devina pun sudah bulat: ia meminta cerai dari suaminya.

Perpisahan ini membuat Rahul merenung. “Saat saya pisah, saya tidak bisa berpikir. Saya tidak berpikir untuk melakukan seks di luar lagi atau apa. Bahkan saya menyesal sekali. Saya hanya mencari wajah Tuhan. Saya setiap hari baca Alkitab. Saya melakukan yang terbaik lah. Tapi saya tetap merasakan titik kejenuhan. Saya merasa, kok engga bisa kembali? Keluarga saya kapan bisa pulih lagi?” kata Rahul.

Sementara itu, Devina mulai menjalin cinta dengan laki-laki lain bernama Vijay. Rahul kaget mendengarnya, karena Vijay tak lain dan tak bukan adalah teman dekatnya yang selama ini juga bermain perempuan di panti pijat plus-plus. Rahul menentang hubungan mereka berdua. Di hatinya, terbersit niat besar untuk membangun kembali rumah tangganya bersama Devina.

“Saya mengoreksi diri saya lagi, kenapa saya bisa jatuh seperti ini. Saya berpikir, oh ini mungkin karena pergaulan saya. Saya bergaul dengan orang yang salah. Setelah itu saya coba untuk mendekati istri saya kembali, dan saya coba mengajak dia untuk bersama-sama pergi ke gereja,” kata Rahul.

“Pertama, dia memang menolak, dia tidak mau. Tetapi pada akhirnya, Tuhan jawab juga. Akhirnya dia oke, dia ikut.”

Sesampainya di gereja, Rahul minta didoakan oleh seorang hamba Tuhan. “Kami pergi ke gereja sama-sama. Pada saat di gereja itu, saya merindukan sekali saya mau didoain.”

“Dia (Hamba Tuhan, red.) cuma bilang, ‘keterbukaan itu awal dari pemulihan. Saling terbukalah satu sama lain.’ Hanya itu saja dia bilang, setelah itu kita pulang, berpisah lagi.”

Kegelisahan mulai meliputi hati Devina. Kala itu, dia sedang tertidur. Esok pagi adalah hari dimana dia akan menemui pengacara dan melanjutkan proses persidangan perceraiannya dengan Rahul. Namun, semalam-malaman itu Devina tidak bisa tidur. Dia mendengar ada suara yang berkata, “Tolong panggil suami kamu.” Namun Devina tidak mengerti darimana asal suara itu.

Melalui telepon, Devina pun meminta Rahul datang saat itu juga, dan dia mengungkapkan semua isi hatinya.

“Mama minta maaf ya. Sorry, selama ini saya sudah egois. Saya maafin kamu. Tolong balik ke rumah. Saya nggak bisa hidup tanpa kamu,” kata Devina kepada Rahul.

Semenjak itu, Rahul berkomitmen untuk tidak lagi mengulangi kesalahannya. Dia sungguh-sungguh menyesal.

“Saya benar-benar menyesal dan saya bilang kepada istri saya bahwa saya berjanji tidak akan melakukan lagi,” kata Rahul. “Setelah dia mengampuni saya, saya merasa sangat bahagia. Saya bisa berkumpul lagi bersama anak-anak.”

“Kebiasaan-kebiasaan buruk saya, saya hilangkan. Saya benar-benar buang segala pergaulan saya. Bukan berarti saya tidak punya teman lagi, tetapi saya sudah stop total untuk keluar bersama teman-teman saya.”

“Yang bikin saya kuat adalah, saya tiap minggu tidak pernah lupa untuk ke gereja. Dan setiap malam, yang tadinya kita jarang berdoa, sekarang setiap malam, kami berempat bersama anak-anak, pasti kami bikin mezbah keluarga, kita berdoa. Dan saya percaya, doa mengalahkan segalanya.”

Devina menyadari perubahan yang terjadi pada suaminya kini. “Setelah dia kenal sama Tuhan, dia berubah total. Jadi, cara pandang dia terhadap perempuan, berbeda. Ada perempuan secantik apapun, bahkan model di depan kita tuh, dia tidak pernah melihat. Kalau dulu, ada saya, dia pura-pura nggak melihat. Kalau sekarang, lihat pun enggak ada masalah. Tatapan matanya sudah berbeda. Saya kaget sekali. Dan ini yang saya harapkan dari seorang suami bertahun-tahun yang lalu.”

Tuhan Yesus telah mengubah Rahul. “Saya merasakan Yesus itu sebagai figur seorang bapak. Buat saya, Dia adalah segalanya. Dia adalah figur yang luar biasa buat saya. Dia membikin saya jadi laki-laki, suami, dan imam yang berharga,” pungkas Rahul.

 

 

Sumber Kesaksian:

Rahul dan Devina Santi

 

BACA JUGA:

Franky, Being Trapped in Blood Covenant with Lucifer

A True Story of a Queen of the Witch who Sold Her Soul

Superbook Bantu Korban Topan Haiyan Atasi Trauma

The Daniel Plan: 40 Days to a Healthier Life

Semangat untuk Alami Mujizat-Nya di Tahun 2014

Tahun Ini Pulau Terluar Indonesia Dipenuhi Bandara Perintis

Jerman Bantu Suriah Musnahkan Senjata Kimia

Cuaca Dingin di AS, Danau Dipenuhi Es Seukuran Bola Basket

IMAGO, Ajak Anak Muda Berkarya Kreatif, Inspiratif, dan Positif

Sumber : V140113190507
Halaman :
1

Ikuti Kami