Kisah Nyata Pelajar Kurang Mampu yang Bisa Kuliah di Luar Negeri

Kisah Nyata Pelajar Kurang Mampu yang Bisa Kuliah di Luar Negeri

Lois Official Writer
19316

Ezra berasal dari keluarga kurang mampu. Dia masih ingat ketika SMP, dia ingin les bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan. “Terus aku minta sama mama, aku les bahasa Inggris dong,” ujar Ezra. Namun karena biaya yang mahal, mamanya tidak sanggup.

“Kamu doa aja sama Tuhan, biar Tuhan Yesus yang ambil alih, biar Dia kasih yang terbaik,” kata mamanya pada Ezra waktu itu.

Duduk di bangku SMA, tidak lama kemudian ada tawaran dari kedutaan Amerika untuk les bahasa Inggris gratis selama dua tahun di lembaga Hillary Clinton, Center Civic Education for Indonesia.

Saat mendaftar, ada seratus orang lebih yang ikut dan Ezra salah satunya yang mendapatkan beasiswa tersebut. Dia merupakan satu di antara lima orang dari sekolahnya yang mendapatkan beasiswa tersebut.

“Aku ngerasa ini benar-benar karena kebaikan Tuhan dan Tuhan Yesus kasih yang terbaik buat aku… Karena kalau aku ga ngandalin Tuhan Yesus, aku ga bisa ngapa-ngapain.” jelas Ezra.

Ezra yakin bahwa itulah tujuan hidupnya, karena itu telah menjadi prioritasnya, bawa dalam doa dan telah memperjuangkannya. “Tujuan hidup itu menurut aku adalah suatu titik dimana kita udah tahu apa, masa depan yang kayak apa sih yang mau kita jalanin dan udah kita perjuangin saat ini.”

Tentunya beasiswa yang didapatkan Ezra ini sangat membanggakan ibunya. “Ekonomi kami saat ini lagi jatuh, suami saya tidak kerja jadi semua anak saya, saya ajarkan minta segala sesuatu sama Tuhan. Jadi kalau dia perlu apa, doa. Minta sama Tuhan Yesus, jangan minta sama mama papa. Mama papa ga punya apa-apa. Jadi saya ajarkan benar-benar mengandalkan Tuhan dan punya hubungan yang baik dan dekat dengan Tuhan.” jelas ibu Ezra.

Nilai-nilai yang diajarkan ibunya kepada Ezra antara lain :

Bersyukur

Mengandalkan Tuhan dalam segala hal

Jangan takut untuk minta apapun sama Tuhan

Hal-hal ini sudah menjadi gaya hidup buat Ezra sehingga dia sudah terbiasa mengandalkan Tuhan dalam segala sesuatu.

“Biasanya tujuan hidup itu tidak jauh dari bakat dan kesukaan. Jadi temuin apa sih yang menjadi bakat dan kesukaan kita sehingga kita bisa menemukan identitas dan menemukan tujuan hidup.” jelas Ezra kemudian.

Ezra ingin semua bidang dari segi pendidikan, karir, ataupun segi rohani dapat berhasil. “Dan semua itu bukan buat kesombongan aku, tapi dibalikin lagi untuk kemuliaan Tuhan karena aku sadar semua itu berasal dari Tuhan dan harus dibalikin lagi ke Tuhan. Aku percaya, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” tutup kisah nyata Ezra, si pelajar yang sekarang berhasil mendapatkan beasiswa ke luar negeri sesuai cita-citanya, padahal tanpa biaya karena mengandalkan Tuhan.

 

Sumber Kesaksian :

Ezra

 

Baca juga :

Manfaat Saat Kita Hidup dalam Roh

Yang Harus Dilakukan Orangtua Pada Anak Angkatnya

Antisipasi Alergi Kuilt dengan Berbagai Tes Ini

Resep Jus dan Smoothies Kurma Beserta Manfaatnya

Sumber : V130704183535
Halaman :
1

Ikuti Kami