Remaja Penderita Autisme Direkrut Menjadi Teroris

Remaja Penderita Autisme Direkrut Menjadi Teroris

daniel.tanamal Official Writer
4375

Usaha para kelompok yang tergabung dalam jaringan terorisme internasional seperti Al Qaeda untuk merekrut anak-anak muda sebagai bagian dari milisi mereka untuk bertempur tidak pernah usai.

Kini dilapokan bahwa mereka merekrut seorang remaja penderita autisme untuk bertempur di Yaman. Remaja berumur 18 tahun bernama Justin Kaliebe ini ditangkap pada Januari saat berusaha meninggalkan AS menuju Yaman.

Kaliebe pun ditangkap petugas di Bandara New York. Dia ingin terbang ke Oman sebelum melanjutkan perjalanan ke medan pertempuran Yaman. Dirinya dijadwalkan menerima vonis pada September. Dia terancam hukuman penjara hingga 30 tahun.

Disebutkan bahwa Kaliebe mengaku bersalah dalam persidangan. Namun, autisme yang dideritannya dapat meringankan hukum yang akan Kaliebe terima. “Justin Kaliebe adalah remaja autis yang berhati lembut. Dia tidak memiliki kemampuan untuk menyadari konsekuensi dari perbuatannya,” ujar pembela Kaliebe, Anthony La Pinta, seperti dikutip Associated Press, Jumat (12/7).

Merekrut atau mempergunakan dan melibatkan setiap anak dibawah umur untuk berperang adalah sebuah tindak kejahatan perang berat yang wajib dipahami oleh setiap negara yang tengah berkonflik. Masyarakat dunia harus berani untuk menyuarakan perlindungan bagi anak-anak.

 

Baca Juga Artikel Lain:

Dennis Rogers, Pria Lemah Yang Menjadi Terkuat Di Dunia

Remaja Penderita Autisme Direkrut Menjadi Teroris

Umat Islam dan Kristen di Mesir Buka Puasa Bareng

Tolak Pusat Tuna Wisma, Gereja Diserang

Kelompok Fundamentalis Serang Gereja, Satu Tewas

Tim Bencana OBI Akan Layani Korban Gempa Aceh

Pendeta Timotius Trimin Jadi Kades Di Wilayah Mayoritas Muslim

Mengajar Alkitab di Rumah, Seorang Pendeta di AS Ditahan

 

 


Sumber : Okezone
Halaman :
1

Ikuti Kami