Paus Francis I dikenal sebagai seorang pemimpin gereja Katolik Argentina yang konservatif dan menentang pernikahan sesama jenis. Kenyataan ini mendapat perhatian khusus dari kelompok homoseksual yang dalam beberapa tahun ini begitu gencar mengkampanyekan kebebasan terhadap pernikahan sesama jenis.
Salah satu tokoh homoseksual yang mengomentari mengenai pandangan Vatikan dan juga terpilihnya paus baru adalah Presiden Gay & Lesbian Alliance Against Defamation (GLAAD) Herndon Graddick. Dirinya menilai bahwa selama beberapa dekade, hirarki Katolik disebutnya sebagai reformasi yang putus asa
Graddick pun meminta agar Vatikan, terutama paus yang baru untuk menghentikan diskriminasi dalam bentuk kutukan-kutukan yang menurutnya kerap dilontarkan ketika Paus Emeritus Benediktus XVI memimpin.
"Dalam hidup, Kristus mengutuk gay. Dalam waktu singkat, Paus Benediktus pun mengutuk kaum gay dan lesbian secara rutin. Kami berharap Paus ini mengurangi waktunya untuk mengutuk," ungkapnya.
Graddick justru menyatakan bahwa diskriminasi nyata yang harus dihadapi saat ini adalah banyaknya pedofilia yang telah merajalela di Gereja Katolik dan juga permasalahan dalam keuangan di Bank Vatikan yang menurutnya terdapat banyak kolusi.
Paus Francis I akan memimpin 1,2 miliar umat Katolik di seluruh dunia, selain itu setiap tindakan dan juga pernyataannya akan ditunggu-tunggu masyarakat dunia lintas kepercayaan. Pendekatan dan langkah yang koperatif dalam menyikapi fenomena pernikahan jenis tetap harus dilakukan dengan tegas dan solutif tanpa menyerang hak hidup manusia.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!