Ketika Salib Hanya Menjadi Ikon Mode

Book / 16 December 2013

Kalangan Sendiri

Ketika Salib Hanya Menjadi Ikon Mode

Yenny Kartika Official Writer
6012

Zaman sekarang tidak aneh bagi kita melihat salib tergantung di leher para wanita, dan salib tersebut biasanya belum tentu menunjukkan iman kekristenan. Namun, Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, khawatir kalau-kalau salib telah menjadi permainan semata.

Dalam kata pengantar di buku Looking Through The Cross, Welby menulis, “Apakah kita sekarang hidup dengan simbol yang kehilangan kuasanya akibat waktu dan mode? Kekristenan dengan salib yang tidak berkuasa sama dengan Kekristenan tanpa tahta bagi Kristus, atau tanpa harapan bagi pengikut Kristus.”

“Kini, salib lebih sering dipandang sebagai simbol keindahan yang menggantung di leher Anda,” tulis Welby.

Welby tidak menyebutkan nama selebritis secara spesifik, namun sejumlah surat kabar Inggris sering mengutip kata-kata Welby dengan dibarengi foto Madonna dan sejumlah seleb yang kerap mengenakan simbol salib. Mereka juga acapkali tampil di panggung yang dihiasi simbol-simbol keagamaan. Beberapa desainer papan atas seperti Dolce & Gabbana dan Versace juga memakai salib dalam karya fashion mereka.

Buku Looking Through The Cross mengupas betapa berbedanya segala hal saat dilihat dari sudut pandang salib. Salib dibahas dari segi rekonsiliasi, kerendahan hati, identitas, kuasa, penderitaan, kehidupan, dan urapan. Tema semacam ini umum dibicarakan namun penulis Graham Tomlin memberikan arti tersendiri yang menyentuh hati dan pikiran para pembaca di tengah dunia yang bergolak ini.

 

Judul: Looking Through The Cross: The Archbishop of Canterbury’s Lent Book 2014

Penulis: Graham Tomlin

Penerbit: Bloomsbury Continuum

Bahasa: Inggris

Tahun Terbit: 7 November 2013

Ukuran: 19.6 x 12.7 x 1.5 cm

Tebal: 240 halaman

ISBN-13: 978-1408188477

Sumber : berbagai sumber/yk
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?