Anak D.I. Panjaitan Mengenang Peristiwa Tragis G30S

Internasional / 30 September 2013

Anak D.I. Panjaitan Mengenang Peristiwa Tragis G30S
Yenny Kartika Official Writer
19959

Tepat hari ini, 30 September 2013, merupakan peringatan tragedi pengkhianatan Gerakan G30S PKI (Partai Komunis Indonesia)—meskipun sejumlah pihak menghimbau agar nama PKI tidak lagi dipakai karena masih belum ada bukti yang menunjukkan kebenarannya.

G30S sering juga disebut sebagai Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) atau Gestok (Gerakan Satu Oktober). Pada 30 September 1965, enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh karena memberontak dan dituduhkan kepada anggota PKI. Awalnya, keenam pejabat tinggi ini ditangkap untuk diadili oleh Soekarno, namun rupanya beberapa oknum tersulut emosi yang tak terkendali, dan membuat keenam pejabat itu dibunuh. Jenazah para korban dibuang ke sebuah area di Pondok Gede, Jakarta Selatan, yang dikenal sebagai Lubang Buaya.

Meskipun peristiwa ini telah berlalu begitu lama, tragedi memilukan terekam jelas dalam benak Riri Panjaitan, putri dari D. I. Panjaitan. Bagaimana mungkin kejadian ayahnya yang dibunuh dan diperlakukan bagai binatang bisa dengan mudah dia lupakan? Dengan matanya sendiri, Riri yang kala itu masih gadis kecil harus menyaksikan muntahan peluru yang beterbangan begitu rupa di rumahnya, ditambah dengan kenyataan bahwa ayah yang dia cintai tewas mengenaskan setelah berdoa di rumah.

Dendam di hati Riri membara selama bertahun-tahun, apalagi karena dia tidak mengetahui siapa pembunuh ayahnya itu. Kebencian menumpuk namun dia tidak tahu ke mana harus mengekspresikannya.

Namun, Anda perlu tahu bahwa Riri yang sekarang bukan lagi Riri yang dulu. Momen-momen tak diduga telah membuat pikirannya berbeda. Sepahit apapun peristiwa G30S itu, dia justru tetap tenang mengutarakannya, seakan-akan rekonsiliasi telah menyembuhkan lukanya.

Ingin tahu kelanjutan kisah Riri Panjaitan? Baca selengkapnya di sini.

 

BACA JUGA:

Inilah Pengaruh Peristiwa G30S bagi Dunia Pendidikan Indonesia

Kedamaian karena Pengampunan

Berita Foto: Penggembokan Gereja St. Bernadette di Tangerang

Kisah Nyata Bruno Caporrimo: dari Mafia jadi Pengikut Yesus

Pengorbanan yang Mampu Membuat Cinta Bertahan

Masih Percaya Belanja Secara Online?

Sumber : Jawaban.com | yk
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?