Ingin Atasi Prostitusi? Tes Keperawanan Bukan Solusinya

Ingin Atasi Prostitusi? Tes Keperawanan Bukan Solusinya

Yenny Kartika Official Writer
2939

Daripada berusaha mengatasi prostitusi di kalangan remaja dengan cara memberlakukan tes keperawanan, lebih baik berfokus pada pendidikan yang tepat sasaran. Demikian pernyataan yang dilontarkan Retno Listyarti, Sekretaris Jendral Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

“Pendidikan kita seharusnya membangun kesadaran peserta didik untuk menghargai tubuhnya, melindungi tubuhnya, dan memahami alat reproduksinya,” jelas Retno pada Kamis (22/8) di Jakarta, seperti dilansir oleh JPNN.

Menurut Retno, tidak tepat jika tes keperawanan dianggap bisa mengatasi masalah prostitusi di kalangan anak dan remaja, apalagi dijadikan salah satu syarat bagi siswi untuk masuk SMA.

Retno juga menegaskan bahwa tes keperawanan merupakan bentuk pelecehan seksual dan jelas-jelas melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). “Sungguh tidak adil apabila sebuah kebijakan memaksakan seorang peremouan untuk membuka kemaluannya untuk diperiksa demi alasan tes keperawanan. Ini jelas-jelas pelanggaran Hak Asasi Manusia,” kata Retno.

Meskipun masih berupa wacana, pencetusan ide untuk tes keperawanan menjadi tanda tanya bagi banyak pihak, “Apa yang terbersit dalam benak si pemberi ide?” Keperawanan adalah perihal seseorang yang sifatnya privasi dan tidak perlu diumbar ke publik. Maka dari itu, menjadikan keperawanan sebagai syarat untuk mengenyam pendidikan adalah perlawanan terhadap hakikat pendidikan itu sendiri. 

 

BACA JUGA:

VIDEO: Kontroversi Wacana Tes Keperawanan

Mendikbud M Nuh Larang Adanya Tes Keperawanan

64 Persen Remaja Pelajari Seksualitas dari Pornografi

Bahayanya Pornografi Online bagi Kesehatan

Kisah Nyata Relon Star Terjerumus dalam Seks Bebas

Ini Rahasia untuk Tetap Awet Muda dan Diberkati!

Sumber : jpnn | yk

Ikuti Kami