Teks Mesir Kisahkan Penyaliban Yesus yang Tak Ada di Alkitab

Teks Mesir Kisahkan Penyaliban Yesus yang Tak Ada di Alkitab

Lois Official Writer
13007

Teks yang ditulis dalam bahasa Koptik, bahasa terakhir dari Mesir ini menyuguhkan kisah penyaliban Yesus yang tidak ada dalam Alkitab. Teks yang diterjemahkan oleh Roelof van den Broek dari Utrect University di Belanda itu dikemas dalam buku berjudul “Pseudo-Cycril of Jerusalem on the Life and the Passion of Christ”.

Menurut teks yang ditulis oleh seseorang bernama St. Cycril dari Yerusalem tersebut, disebutkan bahwa Pontius Pilatus menawarkan opsi pada Yesus. Jika Yesus bersedia, maka Pilatus akan menggantikan Yesus dengan anaknya sendiri. Kata Pilatus pada Yesus dalam teks tersebut, “Lalu malam datang, terbit dan berlalu, dan kala pagi menjelang dan mempersalahkanku karenamu, akan memberikan pada mereka satu-satunya putraku sehingga mereka dapat membunuhnya untuk menggantikan tempatmu.”

Yesus dikisahkan menolak tawaran tersebut. Dia mengatakan bahwa Dia bisa saja melarikan diri jika menginginkannya, namun Yesus memilih disalib dan wafat. Dikisahkan juga, bahwa Pontius dan istrinya telah mendapat penglihatan terkait kematian Yesus.

Ada catatan mengejutkan lainnya yaitu tentang Perjamuan Terakhir. Jika di Alkitab, Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan murid-murid-Nya, maka teks Mesir ini menyebutkan Yesus mengadakan perjamuan tersebut bersama Pontius Pilatus. Yesus dibawa ke hadapan Caiaphas dan Herodes.

Selain itu, teks ini mengungkap alasan Yudas Iskariot mencium Yesus. Menurut teks itu, Yesus kadang berubah wujud, kadang menjadi kemerahan, kadang putih gandum, kadang tua, kadang muda. Ciuman Yudas membantu mengindentifikasi Yesus yang sebenarnya.

Van den Broek mengatakan bahwa penulis teks ini belum tentu juga percaya pada apa yang ditulisnya. “Orang pada masa itu walaupun berpendidikan, tapi tak memiliki sikap kritis pada sejarah. Keajaiban dipercaya dan mengapa cerita lalu harus benar?” ungkap Van den Broek. Cycril dalam awal teks juga mengatakan bahwa dirinya menemukan buku terkait hidup dan mati Yesus, namun buku itu mungkin tak benar-benar ada.

Adapun teks ini pertama kali ada di Biara St. Michael di Mesir yang merupakan hadiah dari Bapa Paulus. Teks sempat hilang ketika biara berhenti beroperasi pada abad 10, namun ditemukan kembali tahun 1910. Namun, apakah isi yang terkandung dalam teks ini benar-benar nyata? Semuanya belum bisa dipastikan. Yang pasti adalah bahwa Alkitab yang menjadi pegangan kita merupakan teks yang sejati, yang sesungguhnya terjadi, yang diilhamkan Allah kepada kita.

 

Baca juga :

Haruskah Meributkan Cara Baptisan?

Ketika Anak Bilang Benci Pada Orangtuanya

Resep Sarikaya Kelapa Muda yang Menggoda

Hindari Nyeri Punggung dengan Pola Tidur Ini

Indonesia Patut Berterima Kasih Kepada Anda!

Selamat Datang Bagi Newbie Juli 2013

Sumber : kompas.com by lois horiyanti/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami