Sejumlah organisasi masyarakat dan gerakan mahasiswa di Kota Padang Sumatera Barat menyatakan penolakan terhadap rencana pendirian Rumah Sakit Kristen Siloam dan juga investasi Lippo Group lainnya yang terdiri dari Sekolah Kristen Pelita Harapan, Mal dan Hotel.
Mereka yang berunjuk rasa ke DPRD Kota Padang, Senin (10/6) dan meminta Pemko Padang mencabut izin pendirian RS dan menolak rencana investasi Lippo Group itu khawatir terhadap rencana dibalik pembangunan itu. Mereka menuduh akan ada praktek misionarisasi dan Kristenisasi.
“Karena menimbulkan keresahan di masyarakat, maka kami menolak proyek ini. Kami mendesak DPRD Kota Padang untuk meminta kepada Walikota Padang untuk mencabut RS Kristen Siloam bersama dengan tiga investasi Lippo Group lainnya,” kata M Sabri, perwakilan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Barat.
Salah seorang anggota KAMMI Sumbar lainnya bernama Uti mengatakan, pemerintah harus memegang falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS BSK), karena daerah ini adalah Ranah Minang. “Kami menolak pembangunan Lippo Group, karena pendiri Lippo Group adalah pendeta international yang pernah terlibat pemurtadan. Sebagai, masyarakat Ranah Minang seharusnya peka dengan persoalan ini, agar Kristenisasi tidak lagi berkibar di Ranah Minang,” tegasnya.
Pemerintah perlu memperhatikan lebih dalam dan juga turun tangan terhadap segala permasalahan yang ada ditengah masyarakat dan berhubungan dengan isu-isu yang mengarah keagamaan. Jangan sampai ada pihak yang bermain dan mengambil keuntungan untuk mengalihkan isu menjadi besar.
Sumber : inilah.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”