Enaknya Menjadi Koruptor di Indonesia

Enaknya Menjadi Koruptor di Indonesia

Budhi Marpaung Official Writer
4390

Inspeksi mendadak demi inspeksi mendadak yang pernah dilakukan Menteri maupun Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ke Lembaga Pemasyarakatan ternyata tidak juga mengubah kondisi LP di Indonesia. Perlakuan istimewa penegak hukum kepada pelaku tindak kejahatan korupsi tetap saja diberikan.

Pada Sabtu (18/5) malam silam, wartawan yang mengikuti aksi inspeksi mendadak Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dengan kepala sendiri melihat kehidupan para koruptor di dalam LP Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. 

Pintu sel nomor 19 di Blok Timur yang merupakan tempat ditahannya terpidana kasus korupsi pajak, Gayus Tambunan, dipenuhi dengan foto-foto Gayus bersama dengan istrinya tercinta, Miliana Anggraeni, beserta anak-anak mereka, lalu ada raket tenis di dinding, dan pakaian yang rapi tersetrika.

Pemandangan yang lebih menakjubkan terlihat di seberang sel Gayus yang diketahui merupakan sel terpidana seumur hidup kasus pembobolan Bank BNI, Adrian Waworuntu. Ketika Denny masuk ke dalam sel, tim ajudan Denny yang melakukan penggeledahan menemukan Ipad dan Ipod beserta pengeras suara di dalam sel. 

Bukan hanya itu saja, tim ajudan Denny juga mendapati di sel Adrian, pemutar DVD beserta kepingan cakram film. Semua barang terlarang itu pun langsung disita tim Denny Indrayana.

“Apa sih sebenarnya yang kalian cari? Saya ini masuk penjara bukan karena kesalahan saya,” ujar Adrian dengan nada menggerutu. 

Selepas melihat sel Adrian, Denny dkk beserta wartawan mendatangi sel nomor 38 yang dihuni mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin Najamuddin. Dari setiap sel yang dikunjungi, inilah sel yang paling istimewa.

Berdasarkan pemandangan wartawan, sel Agusrin mirip tempat indekos mewah. Begitu masuk pintu sel, langsung ada kamar mandi terpisah dengan pintu tersendiri. Belok ke kiri dari pintu sel ada satu pintu lagi untuk masuk ke ruangan tempat Agusrin ditahan. 

Sebuah tempat tidur, kursi rotan dengan alas busa, minicompo, lemari filling cabinet, meja kerja, dan rak buku berisi buku-buku politik dan agama tersimpan rapi di dalamnya.

Jika membandingkan dengan kondisi sel narapidana kejahatan umum, apa yang didapati narapidana kasus korupsi ini begitu mengenakkan. Pasalnya di sel kejahatan umum, para narapidananya hanya memiliki satu alas tidur, menyatu dengan bak mandi kecil dan kloset jongkok yang bau. 

Mungkinkah semua hal ini bisa terjadi karena para sipir dan penanggung jawab LP bisa dibayar dengan uang ? Atau memang para koruptor di Indonesia sudah tidak takut lagi dengan penegak hukum maupun pemerintahnya ? Entahlah, tapi melihat enaknya kehidupan para koruptor negeri ini, hati rakyat jelas tersakiti.

Baca juga : 

SBY Akui Koruptor Masih Banyak di Pemerintahannya

Katakan Homoseksual Bisa Berubah, Politikus Ekuador Didenda $3000

Anak Rick Warren Bunuh Diri Karena Gay ?  

Forum JC : Jadilah "Provokator" Komentar yang Positif dan Inspiratif ! (Lomba)  

Forum JC : Trip to Ujung Genteng / Sukabumi on Juni 2013

Sumber : Kompas Cetak / budhianto marpaung
Halaman :
1

Ikuti Kami