WikiLeaks: AS Salahkan Israel karena Perundingan Damai 1975 Gagal

Nasional / 13 April 2013

WikiLeaks: AS Salahkan Israel karena Perundingan Damai 1975 Gagal

Yenny Kartika Official Writer
3571

Amerika Serikat menyalahkan Israel atas kegagalannya melakukan perundingan damai dengan Palestina pada tahun 1975, demikian pernyataan yang terbongkar dari dokumen WikiLeaks terbaru.

WikiLeaks kembali membocorkan 1,7 juta dokumen kawat diplomatik Amerika Serikat (AS) selama periode 1973-1976, termasuk dokumen rahasia selama Menlu AS Henry Kissinger menjabat. Sebuah kawat bertanggal 9 Januari 1975 yang dikirim oleh Kedutaan Besar AS di Arab Saudi untuk otoritas AS merujuk pada sikap keras kepala Israel yang menyebabkan perundingan damai tidak berhasil.

“Namun, dilihat dari sini, Israel tampak sangat pesimis kalau-kalau mereka tidak dijamin sepenuhnya,” ungkap kawat tersebut. “Tampaknya hal ini bersumber dari sangat kurangnya pengertian atas apa yang terjadi di dunia Arab selama satu setengah tahun terakhir. Daripada mempersiapkan diri untuk perang Israel-Arab yang kelima, keenam, dan ketujuh, Israel seharusnya memperhatikan dengan seksama alternatif perdamaian dengan Arab.”

AS juga mengkritisi perilaku Israel pasca perang Yom Kippur.

“Kelihatannya hal ini didasarkan pada anggapan umum bahwa Israel tidak dapat diharapkan untuk melepas daratan Arab yang sudah ditaklukkannya tahun 1967 jika Arab tidak memberikan jaminan keamanan bagi Israel,” demikian isi kawat, seperti dilansir Jerusalem Post.

Keberadaan WikiLeaks sendiri telah menimbulkan kegemparan di seluruh dunia pada 2010 ketika merilis lebih dari 250 ribu dokumen AS.  Sebelum ini, situs pembocor kawat diplomatik itu juga membuat kehebohan dengan membocorkan informasi rahasia AS terkait rencana penggulingan Hugo Chavez dari kepemimpinannya di Venezuela. Kawat diplomatik tahun 2006 milik Departemen Luar Negeri AS memperlihatkan strategi pemerintahan mantan Presiden AS George Bush untuk menggoyang Chavez dengan mendanai pihak oposisi melawan pemerintah lewat program-program pro-demokrasi.

Apakah tanggapan AS dan Israel terhadap bocoran kawat dari WikiLeaks ini? Semoga tidak menimbulkan masalah baru, dan konflik seputar Israel-Palestina tidak makin memanas.

 

BACA JUGA:

Hendak Benahi Ekonomi, Korea Utara Bersikeras Kembangkan Nuklir

Kim Jong Un Kembali Keluarkan Ancaman

Inilah Foto dan Nilai Kuliah Adam Lanza, Si Penembak Sandy Hook

Jatuh Bangun dalam Bisnis, Namun Bebas dari Hutang!

Sumber : WASHINGTON TIMES | JERUSALEM POST | JPNN.COM | YK
Halaman :
1

Ikuti Kami